JAYAPURA – Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) Baharkam Polri, Inspektur Jenderal Polisi M. Yassin Kosasih, S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla, menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan dalam tugas kepada seluruh peserta Pelatihan Jungle and Sea Survival 2025.
Arahan tersebut disampaikan dalam upacara penutupan pelatihan yang berlangsung selama 28 hari di Jayapura. Upacara ini dihadiri oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Petrus Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Kapoksahli Kodam XVII Cendrawasih, Pejabat Utama Polda Papua, Pejabat Utama Ditpolair Polda Papua, serta seluruh peserta pelatihan.
Irjen Yassin menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membentuk fisik dan mental peserta, serta meningkatkan kemampuan bertahan hidup di lingkungan hutan dan perairan.
“Pelatihan ini membekali peserta dengan teori dan praktik bertahan hidup di laut dan di hutan. Selain itu, juga bertujuan membentuk jiwa korsa, mental kejuangan, serta pemahaman dasar tugas Kepolisian Perairan dan Udara,” ungkapnya.
Meski telah menyelesaikan pelatihan, Irjen Yassin menegaskan bahwa pengembangan diri harus terus dilakukan.
“Saya berharap seluruh peserta terus mengasah keterampilan, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi Bhayangkara Bahari dan Dirgantara yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah arahan penting, di antaranya menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan seluruh ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh serta menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan perairan dan udara di Indonesia. ***














