LINGGA

Hanya 8 Anak Yang Operasi Bibir Sumbing di Melaka

×

Hanya 8 Anak Yang Operasi Bibir Sumbing di Melaka

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Sepuluh anak bibir sumbing dibawah 10 tahun, yang menjalani operasi di Melaka, Malaysia, telah kembali lagi ke Kabupaten Lingga, pada Selasa, (15/03/2016) lalu. Kegiatan ini merupakan berkat kerjasama pihak Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dan Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia. Dari 10 anak bibir sumbing yang dibawa ke Melaka, Malaysia tersebut, hanya 8 orang yang menjalani operasi, sementara 2 anak yang tidak menjalani operasi tersebut, dikarenakan sedikit mengalami masalah, sehingga dokter tidak berani untuk melakukan operasi.

“Dari 10 anak, hanya 8 orang yang menjalini operasi bibir sumbing, alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan sukses,” ucap Ketua DMDI Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman, kepada Sijori Kepri, Rabu, (06/04/2016).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dua anak yang gagal menjalani operasi tersebut, kata Abdul Gani, lantaran kedua mengalami masalah pada kesehatan, yang satu karena bermasalah adanya gejala jantung, dan yang satunya lagi mengalami masalah pada tenggorokan, sehingga, dokter tidak berani melakukan operasi terhadap keduanya, namun, insyaallah di tahun depan keduanya akan kita bawa kembali ke Malaysia, guna melakukan operasi bibir sumbing.

“Hanya dua orang yang gagal menjalani opersai karena masalah kesehatan, tapi tahun depan insyaallah akan kita bawa kembali ke Malaysia, karena kegiatan operasi bibir sumbing ini, rencananya akan menjadi agenda DMDI di setiap tahunnya,” terang pria yang juga salah satu Anggota DPRD Lingga, dari Partai Demokrat ini.

Saat ditanya apakah pada tahun depan akan membawa 10 anak lagi, Gani menjawab, hal itu tergantung dari jumlah anak yang mengalami bibir sumbing, berapa yang ada itu yang akan kita bawa. Selain itu, kita juga akan mengimbangi dengan anggaran yang ada, karena anggaran tersebut kita dapatkan dari beberapa rekan, serta dari beberapa donatur yang tidak mengikat.

“Kita bersyukur, karena respon dari masyarakat maupun keluarga pasien sangat baik sekali, karena di kegiatan operasi ini, kita tidak meminta bantuan dari keluarga pasien, semuanya gratis, mulai dari pengurusan paspor, akomodasi dan transportasi semuanya kita tanggung, tidak hanya pada pasien bibir sumbing, tapi keluarga pasien juga kita bawa dan kita tanggung,” papar politisii Partai Demokrat ini.

Kedepannya kita berharap, kata Gani, ada peran Pemerintah Daerah dalam kegiatan ini, karena untuk keberangkatan pasien, dana yang dibutuhkan hanya untuk pengurusan paspor dan transportasi saja, karena selebihnya mulai dari makan, penginapan dan operasi akan di tanggung oleh pihak mereka.

“Pasien yang kita bawa untuk operasi, orang tua mereka juga akan ikut serta, karena para pesien bibir sumbing tersebut, rata-rata masih berumur dibawah 10 tahun, hingga orang tuanya juga akan ikut serta,” unggahnya. (SK-Pus)

Abdul Gani Atan Leman, Anggota Komisi III DPRD Lingga (Foto : Puspandito)
Abdul Gani Atan Leman, Anggota Komisi III DPRD Lingga (Foto : Puspandito)
Follow