Sijori Kepri, Anambas — Budi daya ikan Kerapu di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) merupakan bisnis sangat menjanjikan. Karena nilai jual dan tingkat permintaan sangat tinggi. Tidak saja pemenuhan pasar lokal, akan tetapi permintaan luar negeri sangat tinggi.
Belum lama ini, pembudidaya Ikan Kerapu Anambas, melakukan ekspor 28 Ton Ikan Kerapu Hidup ke Hongkong. Jenis Ikan Kerapu yang diekspor melalui Anambas, adalah Kerapu Sunu, Kerapu Cantik, Kerapu Cantang, Kerapu Lumpur, serta Kerapu Bebek.
”Total ekspor yang dilakukan dalam dua kali pengangkutan pada akhir bulan Mei dan awal Juni 2020 ini sebanyak 28 ton,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, Senin, (8/6/2020).
Aktivitas ekspor Ikan Kerapu hidup, terutama hasil budidaya yang terus meningkat membuat pembudidaya bersemangat untuk memacu hasil produksi guna memenuhi kebutuhan ekspor.
”Setelah beberapa kabupaten seperti Kepulauan Natuna, Berau dan Bintan, yang mengucurkan hasil produksinya ke negara tetangga, dilanjutkan Kabupaten Kepulauan Anambas yang turut menyuplai ikan Kerapu hidup hasil budidaya dengan tujuan ekspor Hongkong,” terangnya.
KKP tidak pernah berhenti untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha perikanan selama masa pembatasan sosial maupun dalam menghadapi era baru new normal. Selain mengucurkan bantuan langsung seperti benih dan pakan, KKP melalui koordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 juga telah memberikan kelancaran distribusi yang diperlukan oleh para pelaku usaha.
Dalam hal ini untuk menyerap hasil panen ikan Kerapu dan memenuhi permintaan negara tujuan ekspor. Selain itu, KKP juga memberikan kemudahan dalam prosedur permohonan izin kapal pengangkut ikan hidup,” lanjut Slamet.








