GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

LMS Online Terintegrasi TTE, BP Batam Libatkan Pelaku Usaha

×

LMS Online Terintegrasi TTE, BP Batam Libatkan Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini
LMS Online Terintegrasi TTE, BP Batam Libatkan Pelaku Usaha
LMS Online Terintegrasi TTE, BP Batam Libatkan Pelaku Usaha. (Foto : BP Batam)

BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melibatkan pelaku usaha dalam sosialisasi penerapan Land Management System (LMS) Online yang terintegrasi dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pertanahan berbasis digital.

Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi BP Batam secara bertahap mulai Rabu (4/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026) di Marketing Data Centre PDSI BP Batam, dengan melibatkan notaris, pejabat pembuat akta tanah (PPAT), pengembang, serta pemangku kepentingan lainnya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pelibatan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem digital pertanahan, mengingat peran strategis mereka dalam proses administrasi dan pengelolaan lahan di Batam.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap pelaku usaha, termasuk pengembang dan notaris, dapat memahami secara utuh mekanisme penggunaan LMS Online dan tanda tangan elektronik dalam proses pertanahan,” ujar Denny.

Ia menjelaskan, integrasi LMS Online dengan TTE diharapkan mampu mempercepat proses layanan, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan bagi pemohon yang tidak dapat hadir secara langsung untuk melakukan penandatanganan dokumen.

Dalam kegiatan tersebut, BP Batam juga menggandeng Privy Indonesia sebagai penyedia layanan digital trust, guna memastikan keamanan serta keabsahan dokumen elektronik yang ditandatangani melalui sistem TTE.

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi BP Batam, Danang Febrian, menambahkan bahwa penerapan LMS Online terintegrasi TTE merupakan jawaban atas kebutuhan layanan yang lebih efisien dan tertib.

“Transformasi digital ini kami dorong agar proses administrasi pertanahan berjalan lebih cepat dan terukur, sekaligus mendukung kemudahan berusaha di Batam,” jelas Danang.

BP Batam juga membuka ruang dialog dalam sosialisasi tersebut untuk menampung masukan dari pelaku usaha, seiring rencana penerapan tanda tangan elektronik yang dilakukan secara bertahap sebagai alternatif layanan selain tanda tangan basah.

Melalui langkah ini, BP Batam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pertanahan yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100