GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

DPRD, ERIZAL : Jangan Paksakan “ORANG TUA MURID”

×

DPRD, ERIZAL : Jangan Paksakan “ORANG TUA MURID”

Sebarkan artikel ini

– Terkait Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam.

BATAM (SK) — Masa Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, telah berlalu. Namun, demikian, kesan PPDB tersebut, masih terasa oleh para orang tua murid. PPDB di Kota Batam, selalu saja terkesan menjadi ajang bisnis, bagi sebagian Pihak Sekolah. Apakah itu Kepala Sekolahnya, Gurunya atau Komitenya dan lain sebagainya atau persengkongkolan di antara mereka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Rata-rata orang tua si calon wali murid baru, mengaku selalu resah saat menghadapi Masa Tahun Ajaran baru. Keresahan ini di akui oleh para orang tua yang memiliki anak masa usia sekolah SD, SMP maupun SMA. Ada-ada saja nanti kebutuhannya.

Resah dengan masalah anak yang belum tahu di terima atau tidak di Sekolah tertentu yang sudah dipikirkan sebelumnya, hingga resah tentang harga buku dan juga resah dengan masalah berbagai pungutan. Semuanya tergantung pada uangnya.

“Pokoknya, setiap Tahun Ajaran Baru, saya selalu resah. Resah dengan semuanya. Di terima atau tidak anak saya di Sekolah nantinya dan juga masalah bayarannya. Bayar buku, bayar pungutan,” ungkap Isah, di depan Salah satu SD, di Sei Beduk.

Salah satu hal yang paling meresahkan Isah adalah masalah pungutan. Isah yakin sekali, kalau tidak bisa bayar uang pungutan yang sudah ditentukan pihak Sekolah, sudah pasti anaknya, tidak akan bisa masuk Sekolah. Hal ini sudah biasa di alami Isah dari Tahun ke Tahun.

Terkait masalah pungutan yang di duga kuat banyak terjadi di Sekolah, Anggota DPRD Batam, H Erizal Kurai T.SE, menanggapinya dengan serius, bahwa sebenarnya dan sejujurnya, dirinya tidak setuju dengan masalah pungutan. Pungutan apapun itu.

“Terkait masalah pungutan oleh Sekolah, sebenarnya dan sejujurnya, saya sangat tidak setuju. Kalau bisa, memang tidak ada pungutan, apalagi kalau pungutan itu memberatkan para orang tua murid. Tidak juga dirapatkan sebelumnya,” tegas Erizal.

“Namun demikian, ketika Pihak Sekolah membutuhkan sesuatu, yang sifatnya demi kemajuan anak didik atau murid, Rapat dulu mungkin, dan para orang tua murid sepakat dan pada mau nyumbang, ya ini lain. Ini kerelaan hati dan kesadaran para orang tua murid. Kita syukuri,” tambah Erizal.

“Contoh, Sekolah mau membeli peralatan Drumb band atau Sekolah mau membangun Sanggar atau pun juga ruang Perpustakaan atau apalah namanya, selagi para Orang Tua murid tidak keberatan, ya Insya Allah, mungkin juga tak apa. Yang jelas, jangan paksakan orang tua murid,” tambah Erizal mencontohkan. (SK-Nda)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100