Bekas Bangunan PT Timah Masih Dikuasi Pihak Swasta, Pemkab Lingga Diminta Segera Ambil Alih Hak Penguasaan

oleh
Rudi Purwonugroho. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Lingga — Lebih dari satu abad lamanya Dabo Singkep pernah mengalami masa kejayaannya dengan aktivitas pertambangan Timah. Namun pada tahun 1993, aktivitas eksplorasi Timah dihentikan total oleh PT Timah Tbk, yang disebabkan cadangan Timah di wilayah Dabo Singkep sudah menipis.  

Sejak PT Timah angkat kaki dari Dabo Singkep, tentu banyak sekali meninggalkan jejak sejarah panjang tentang pertambangan Timah di Dabo Singkep. Salah satunya adalah aset berupa bangunan-bangunan bersejarah yang masih utuh hingga saat ini.  

Sejumlah bangunan dan aset lainnya sisa peninggalan PT Timah Tbk saat ini sudah dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Lingga dan telah direnovasi untuk kebutuhan pendukung Pemerintah Daerah,  

BACA JUGA  Pansel Tetapkan 3 Nama Untuk "JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA"

Namun sangat disayangkan, ada beberapa gedung peninggalan PT Timah yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut malah dikuasi oleh pihak swasta. Seperti halnya aset banguan Wisma Timah dan sejumlah bangunan lainnya.

Melihat persoalan tersebut, salah satu tokoh masyarakat Dabo Singkep, Rudi Purwonugroho, akhirnya buka suara. Ia mengusulkan atau meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga berupaya mengambil langkah untuk ambil alih hak penguasaan atas aset-aset yang dikuasi pihak swasta tersebut  

“Saya sebagai bagian dari masyarakat mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Lingga untuk mengupayakan mengambil alih aset-aset bekas PT Timah yang saat ini masih dikuasi oleh pihak swasta, paling tidak lah bangunan-bagunan bersejarah ini bisa kembali ke masyarakat, melalui Pemerintah Daerah,” kata Rudi, Minggu, (10/10/2021).  

Dikatakannya, selain aset bangunan tersebut memiliki nilai sejarah tinggi, hal lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung keperluan pemerintah daerah dan juga masyarakat.

“Saya pikir memang sudah seharusnya aset-aset berharga bekas Perusahaan Timah ini seutuhnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat dan tentunya untuk keperluan pemerintah daerah, misalnya Wisma Timah bisa digunakan untuk menginap tamu-tamu yang datang ke Lingga, lalu dibawah Wisma Timah bisa dimanfaatkan lagi untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, Kolam renang bisa diaktifkan lagi dan lain sebagainya,” jelas Rudi.  

BACA JUGA  Dengan CSR PT Timah Tbk, Kerusakan Lingkungan dan HAM Seolah-Olah Terkompensasi

“Saya berharap, pemerintah bisa secepatnya ambil langkah bijak dalam persoalan ini, dan saya pikir ini adalah salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah daerah Kabupaten Lingga,” pungkasnya. (Rid)

No More Posts Available.

No more pages to load.