GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

Program M4CR Jadi Penguat Aksi Mangrove HPN 2026 di Bintan

×

Program M4CR Jadi Penguat Aksi Mangrove HPN 2026 di Bintan

Sebarkan artikel ini
Program M4CR Jadi Penguat Aksi Mangrove HPN 2026 di Bintan
Program M4CR Jadi Penguat Aksi Mangrove HPN 2026 di Bintan. (Foto : KJK)

BINTAN – Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) menjadi penguat utama aksi penanaman mangrove yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Bintan. Program nasional yang diinisiasi Kementerian Kehutanan ini dinilai sejalan dengan semangat pemulihan ekosistem pesisir berbasis kolaborasi masyarakat.

Aksi penanaman mangrove dijadwalkan berlangsung di Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, pada 8 Februari 2026. Kegiatan ini dipastikan akan dihadiri Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, bersama insan pers dan masyarakat setempat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, mengatakan bahwa pemilihan Sungai Tiram sebagai lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan bekas lahan tambak seluas sekitar 100 hektare yang telah ditinggalkan sejak 2010 dan menimbulkan dampak abrasi serta kerentanan pesisir.

“Kami melihat program M4CR sangat relevan dengan kondisi Sungai Tiram. Penanaman mangrove yang dilakukan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi bagian dari upaya rehabilitasi pesisir yang berkelanjutan,” ujar Ady.

Ia menjelaskan, M4CR menekankan pada rehabilitasi dan revegetasi mangrove berbasis komunitas. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan semangat KJK yang ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, pers, dan pemerintah dalam menjaga ekosistem pesisir.

Upaya pemulihan lingkungan di Sungai Tiram sendiri telah dirintis masyarakat sejak 2012. Bahkan, dalam perjalanannya sempat melibatkan mitra lingkungan dari luar negeri. Namun, keterbatasan dukungan membuat gerakan tersebut membutuhkan penguatan dari berbagai pihak.

“Dengan adanya sinergi bersama program M4CR, kami berharap upaya yang sudah dirintis masyarakat bisa mendapat dukungan lebih luas dan berkelanjutan,” kata Ady.

Menurutnya, kehadiran Menteri Kehutanan dalam kegiatan penanaman mangrove HPN 2026 juga menjadi bentuk dukungan negara terhadap inisiatif lokal yang digerakkan masyarakat dan insan pers.

Bagi KJK, peringatan HPN bukan hanya ruang refleksi profesi, tetapi momentum menghadirkan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pers tidak hanya menyampaikan isu lingkungan lewat pemberitaan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam solusi,” ujarnya.

Melalui penguatan program M4CR, aksi mangrove HPN 2026 di Bintan diharapkan menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam menjaga pesisir, sekaligus mempertegas peran pers sebagai penggerak kesadaran lingkungan.

Pada hari penanaman nanti, bibit mangrove akan ditanam di kawasan Sungai Tiram. Namun yang lebih penting, tumbuhnya komitmen bersama untuk merawat dan menjaga pesisir Bintan dalam jangka panjang. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100