BINTAN – Upaya penanganan stunting di Kabupaten Bintan menunjukkan hasil positif. Pemerintah daerah mencatat angka prevalensi stunting berhasil ditekan hingga mencapai 14,8 persen.
Capaian tersebut dipaparkan dalam pembahasan Musrenbang RKPD Kabupaten Bintan sebagai bagian dari evaluasi pembangunan di sektor kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, di Aula Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, Senin (9/3/2026).
Penurunan angka stunting ini menjadi indikator penting dalam upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik maupun kemampuan kognitif.
Bupati Bintan melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan, M Panca Azdigoena, menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan daerah merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak.
“Pelaksanaan forum hari ini merupakan ikhtiar nyata untuk mewujudkan kolaborasi yang semakin kuat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. Rumusan-rumusan yang nantinya diformulasikan dalam Musrenbang RKPD ini, kita harapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Bintan semakin maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Selain penurunan angka stunting, beberapa indikator kesehatan di Kabupaten Bintan juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Usia harapan hidup masyarakat Bintan tercatat meningkat hingga mencapai 75,21 tahun. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.
Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan juga semakin luas. Hal ini terlihat dari capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai angka 99,07 persen.
Dengan cakupan jaminan kesehatan yang hampir menyeluruh, masyarakat Bintan memiliki akses lebih luas terhadap berbagai layanan kesehatan.
Penanganan stunting menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bintan.
Melalui berbagai program kesehatan dan intervensi gizi, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka stunting agar kualitas generasi mendatang semakin baik.
Berbagai capaian tersebut juga menjadi bagian dari dasar perencanaan pembangunan daerah yang akan dirumuskan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan. ***
















