BINTAN – Program BRIKOLA (Briket dari Limbah Kelapa) di SDN 002 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, tidak hanya diproyeksikan sebagai media pembelajaran berbasis proyek. Kepala sekolah, Suharyanto, berharap inovasi tersebut dapat berkembang menjadi produk kewirausahaan sekolah (school enterprise) yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperluas pengalaman belajar para siswa.
Harapan tersebut muncul setelah BRIKOLA berhasil mengajak siswa mengolah limbah tempurung dan sabut kelapa menjadi briket ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut Suharyanto, pengembangan BRIKOLA sebagai produk kewirausahaan akan memberikan nilai tambah karena siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana sebuah hasil karya dapat memiliki nilai jual.
Ke depan, hasil penjualan briket diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kas sekolah serta menunjang berbagai kegiatan pembelajaran.
“Hasil penjualan briket nantinya diharapkan dapat dikembalikan untuk kas sekolah, menunjang kegiatan belajar, serta memberikan wawasan bisnis sejak dini kepada para siswa,” kata Suharyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menambahkan, pengembangan BRIKOLA masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar kualitas produk dapat terus ditingkatkan.
“Tentu kami berharap inovasi BRIKOLA ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia, khususnya yang berada di wilayah pesisir atau area perkebunan kelapa. Kami juga sangat terbuka untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta guna mengembangkan mesin pencetak dan kemasan produk yang lebih baik agar nilai ekonomisnya semakin meningkat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Suharyanto berharap BRIKOLA tidak hanya menjadi proyek pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk yang memiliki daya saing dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain memperkenalkan konsep kewirausahaan sejak usia dini, pengembangan BRIKOLA juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian siswa terhadap pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Dengan memanfaatkan potensi limbah kelapa yang melimpah di wilayah Seri Kuala Lobam, SDN 002 Seri Kuala Lobam ingin menunjukkan bahwa pendidikan dapat melahirkan inovasi yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui karya para siswa. ***
















