BINTAN β Insiden yang menimpa Jeffry Setiawan (40), penumpang KMP Sembilang, bermula dari keluhan sesak napas saat kapal melintas di perairan Lobam, Kabupaten Bintan, Minggu (5 April 2026).
Kondisi tersebut menjadi titik awal memburuknya keadaan Jeffry hingga akhirnya tak sadarkan diri di tengah pelayaran.
Saat perjalanan berlangsung normal, Jeffry tiba-tiba mengeluhkan gangguan pernapasan. Situasi itu awalnya belum menimbulkan kepanikan, namun kondisi korban perlahan mulai melemah.
Penumpang di sekitar mulai menyadari adanya perubahan kondisi saat Jeffry tampak kesulitan bernapas.
Tak berselang lama, kondisi Jeffry semakin menurun. Sesak napas yang dialami semakin parah hingga membuatnya kehilangan kesadaran.
Suasana di atas kapal pun berubah. Penumpang lain mulai panik, sementara awak kapal berupaya memberikan pertolongan seadanya.
Melihat kondisi yang semakin kritis, pihak kapal langsung mengirimkan laporan darurat untuk meminta bantuan.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya segera merespons laporan tersebut.
βSetelah menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan,β ujar Fazzli.
Selama menunggu kedatangan tim SAR, suasana di atas kapal dipenuhi kecemasan. Harapan penumpang tertuju pada upaya penyelamatan agar Jeffry segera mendapatkan penanganan medis.
Namun kondisi korban yang terus memburuk membuat situasi semakin mendesak hingga akhirnya tim SAR tiba untuk melakukan penanganan lebih lanjut. ***
















