[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
FGD : Tanjungpinang Menuju “KOTA PUSAKA”
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang serius membahas untuk menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Pusaka. Sebagai tahap awal, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Senin, (19/11/2018).
Walikota Tanjungpinang, H Syahrul S.Pd, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para narasumber dengan segala kesibukan masih menyempatkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Terimakasih dan saya apresiasi kepada para narasumber yang telah bekerja keras terkait rencana perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kota Pusaka di Kota Tanjungpinang. Dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami masyarakat Kota Gurindam Negeri Pantun,” ujar Syahrul.
Sebagaimana yang diketahui bersama, lanjut Syahrul, Kota Tanjungpinang memiliki nilai strategis dalam konteks sejarah di wilayah bagian barat Indonesia.
“Kota Tanjungpinang merupakan pusat Kerajaan Riau Lingga yang berdiri pada tanggal 4 Oktober 1722, dan begitu banyak jejak peninggalan sejarah kerajaan Riau Lingga di wilayah Kota Tanjungpinang yang masih bisa kita jumpai hingga saat ini, diantaranya terdapat Kota Rebah, Pulau Biram Dewa, Pulau Bayan dan tentu saja Pulau Penyengat,” ungkap Syahrul.
Di Kota Tanjungpinang terdapat beberapa situs sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan, maka dari itu untuk melestarikan situs sejarah itu harus terbentuk Kota Pusaka, seperti 52 daerah lain di Indonesia yang sudah terbentuk Kota Pusaka.
“Hari ini merupakan tahapan diskusi dan hasil diskusi bersama tim yang sudah ahli dibidangnya, seperti ahli cagar budaya, arsitektur, dan sebagainya. Kemudian hasil diskusi ini nanti akan kita rangkum dan akan kita kirim ke Kementerian PUPR dan Kementerian Pariwisata. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan Tanjungpinang masuk nominasi, kemudian bisa terpilih untuk menjadi salah satu Kota Pusaka yang ada di Indonesia,” tutupnya.
Dalam diskusi itu, menghadirkan narasumber yaitu Ir Dian Irawati MT, Kasubdit Penataan Bangunan dan Lingkungan PUPR, Drs Nurmatias Zakaria, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Yohannes Frizal ST MT PhD dari Departemen Teknik Arsitektiur Universitas Riau, Ir Febriyanti Suryaningsih, Direktur Eksekutif Pusat Dokumentasi Arsitektur, Punto Wijayanto ST MT, Anggota Tim Peneliti Pengembangan Wisata Sejarah Religi Seni Tradisi dan Budaya Kemenpar dan sebagai Moderator dalam diskusi ini Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi MT selaku Sekretaris Tim Kota Pusaka.
Diskusi dihadiri juga oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma S.Ip, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, H Wan Raffiwar, Tokoh Masyarakat, serta Kepala OPD yang tergabung dalam tim FGD. (Rans/Andi)








