SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sehubungan dengan surat Kemenko PMK (Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan) RI tentang FGD (Focus Group of Disscussion) atau Pembentukan Gugus Tugas GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental) Provinsi Kepri, untuk itu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepri mengadakan kegiatan FGD-GNRM, yang dilaksanakan di Hotel CK, Jalan R.H. Fisabilillah, KM.8, Tanjungpinang, Kamis, (23/11/2017).
Gugus Tugas GNRM Provinsi Kepri yang dibentuk, dibagi menjadi lima kelompok , yang akhirnya menelurkan lima rekomendasi yang nantinya diteruskan Ke Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, sesuai dengan bidang yang dibahas masing-masing kelompok.
Adapun lima kelompok tersebut adalah, Kelompok I, yang membahas Gerakan Indonesia Melayani, Kelompok II, tentang Gerakan Indonesia Bersih, kelompok III, tentang Gerakan Indonesia Tertib, Kelompok IV tentang Gerakan Indonesia Mandiri, dan kelompok V tentang Gerakan Indonesia Bersatu.
Sebelum dilakukan pembagian lima kelompok tugas, dilakukan penyampaian dari beberapa nara sumber, seperti, Chaazali Situmorang (Praktisi Kesejakhteraan Sosial), Irwan Eka Setiawan (Asisten Deputi Budaya Kementerian Umum Dalam Negeri), Redemtus Alfredo Sani Fenat (Asisten Deputi Kepemudaan, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan).
Acara itu dibuka oleh PLT Kepala Badan Kesbangpol Kepri, Drs Zulhendri M.Si, karena Gubernur Kepri, dan para asisten juga tidak dapat hadir disebabkan mengisi kegiatan diluar daerah.
Dalam sambutan pembukaannya, Zulhendri, mengatakan, maksud dari kegiatan ini adalah ingin membongkar paradigma pembangunan menjadi pembangunan sosial yag lebih baik, dengan landasan pemikiran pada tiga pilar triskti pada revolusi mental dengan tiga alasan dan tiga tujuan.
Pertama, merubah cara pandang, pola fikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkopetensi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Kemudian yang kedua, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan Indonesia, sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, prosuktif dan berpotensi menjadi bangsa maju dan modern, dengan pondasi tiga pilar Trisakti
“Ketiga adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat, melalui pementukan manusia Indonesia baru yang unggul,” pungkasnya.
Dari 80 peserta yang dibagi menjadi lima kelompok tersebut, terdiri dari perwakilan unsur OPD terkait, Unsur Pelaku Usaha, Dunia Pendidikan, Budaya, Tokoh Agama, Tokoh Politik, LSM, Ormas, Organisasi Profesi, Unsur Pemuda, Media dan Netizen. (SK-MU)








