JAKARTA – Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan aksi penanaman mangrove yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan pesisir yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur internasional.
Aksi penanaman mangrove tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2/2026). Lokasi Kampung Sungai Tiram dipilih karena dinilai memiliki nilai strategis dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, sekaligus sebagai ruang kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan insan pers.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menyampaikan bahwa kegiatan ini direncanakan akan dihadiri delegasi pecinta mangrove dari Jepang. Selain itu, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, juga dipastikan hadir dalam agenda tersebut. KJK turut mengundang Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.
“Alhamdulillah, delegasi pecinta mangrove dari Jepang sudah konfirmasi akan hadir sesuai jadwal. Menteri Kehutanan dan Ketua Komisi IV DPR RI juga belum ada perubahan. Saya sudah bicara dan bertemu langsung dengan Pak Menteri Kehutanan. Insya Allah, beliau hadir,” ujar Ady, Jumat (30/1/2026) sore.
Menurut Ady, penetapan Kampung Sungai Tiram sebagai lokasi aksi tanam mangrove sejalan dengan program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diinisiasi Kementerian Kehutanan.
Program ini menitikberatkan pada rehabilitasi dan revegetasi mangrove berbasis komunitas untuk menjaga ketahanan wilayah pesisir.
Ia menegaskan, dukungan dari Menteri Kehutanan menjadi dorongan penting bagi gerakan lingkungan yang digerakkan oleh komunitas jurnalis.
“Pak Menteri sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan penanaman mangrove yang digagas KJK sempena HPN 2026 di Bintan, Kepri,” kata Ady.
Mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain berfungsi menahan abrasi dan menjaga garis pantai, mangrove juga dikenal mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui penetapan Kampung Sungai Tiram sebagai lokasi kegiatan, KJK berharap aksi tanam mangrove HPN 2026 dapat menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempertegas peran pers sebagai penggerak aksi nyata di tengah masyarakat. ***














