GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRITANJUNG PINANG

Menteri Pariwisata dan BPJPH Tinjau Pulau Penyengat, Serahkan Sertifikat Halal untuk 438 Produk UMKM

×

Menteri Pariwisata dan BPJPH Tinjau Pulau Penyengat, Serahkan Sertifikat Halal untuk 438 Produk UMKM

Sebarkan artikel ini
Menteri Pariwisata dan BPJPH Tinjau Pulau Penyengat, Serahkan Sertifikat Halal untuk 438 Produk UMKM
Menteri Pariwisata dan BPJPH Tinjau Pulau Penyengat, Serahkan Sertifikat Halal untuk 438 Produk UMKM. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kamis (16/10/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau potensi wisata religi dan budaya Pulau Penyengat, sekaligus menyerahkan sertifikat halal bagi 438 produk UMKM setempat serta menerima lahan pembangunan Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Lahan seluas 6.643 meter persegi dengan nilai perolehan Rp4,88 miliar itu diserahkan secara simbolis kepada Kementerian Pariwisata RI untuk dijadikan pusat kolaborasi dan etalase produk kreatif, yang diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pariwisata dan Kepala BPJPH atas dukungan dalam pengembangan pariwisata halal serta penguatan potensi wisata religi di Kepri.

“Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Indonesia. Tahun ini kami optimis bisa mencapai 1,8 hingga 2 juta kunjungan hingga akhir tahun,” ujar Ansar Ahmad.

Ia menegaskan, Pulau Penyengat memiliki nilai historis dan kultural yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, sebagai tempat lahirnya bahasa persatuan melalui karya monumental Raja Ali Haji, Gurindam 12.

“Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata, tetapi simbol sejarah dan identitas nasional yang perlu terus dijaga,” tegas Ansar.

Ansar juga mengapresiasi peran BPJPH dalam memperkuat ekosistem halal di Kepri. Menurutnya, sektor halal kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di provinsi ini.

“Kepri termasuk salah satu daerah dengan indeks industri halal tertinggi di Indonesia. Melalui wisata halal dan kuliner halal, kita ingin menjadikan Kepri sebagai etalase ekonomi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJPH, Haikal Hasan, menyampaikan bahwa produk halal kini telah diakui secara global, tidak hanya sebagai kebutuhan umat Muslim tetapi juga simbol kualitas dan kebersihan.

“Dunia kini memahami bahwa halal is for all. Di Amerika, Rusia, Korea, hingga China, produk halal diterima karena menjamin kebersihan dan keamanan,” jelas Haikal.

Ia menilai Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi ikon wisata halal Indonesia. “Pulau ini bukan hanya simbol sejarah dan budaya, tapi juga masa depan wisata halal nasional,” katanya.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa program kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH dalam percepatan sertifikasi halal bagi UMKM desa wisata telah menunjukkan hasil positif.

“Sejak Juli 2025, kami sudah menjalankan program sertifikasi halal di 20 desa wisata pilot project, termasuk Pulau Penyengat. Hingga pertengahan Oktober, ada 438 produk UMKM yang telah tersertifikasi halal di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini akan diperluas ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi dalam rangka memperkuat Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim utama dunia,” ujar Widiyanti.

Menteri Pariwisata juga menegaskan bahwa Pulau Penyengat menjadi lokasi ideal untuk memperlihatkan sinergi antara budaya, religi, dan ekonomi kreatif.

“Semoga Pulau Penyengat menjadi inspirasi bagi pengembangan pariwisata halal di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Ketua TP-PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, serta jajaran Forkopimda Kepri. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100