GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Pemko “MINTA MAAF” Kepada Pewarta

×

Pemko “MINTA MAAF” Kepada Pewarta

Sebarkan artikel ini

– Terkait “MAKANAN SISA” Jamuan Makan Malam.

TANJUNGPINANG (SK) — Kabag Humas & Protokol, Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Faisal Pahlevi, ditemuin kemarin sore, disela-sela kegiatannya, mengklarifikasi terkait permasalahan “Jamuan Makan Malam”, Pewarta di beri “MAKANAN SISA” di Restoran Nelayan, bahwasanya semua itu adalah salah faham. Dan pihak Pemko, khususnya Sekda, meminta maaf kepada Pewarta untuk permasalahan tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pada kesempatan ini, saya atas nama Pemko mohon maaf. Bahwa kami tidak ada maksud apa-apa, apa bila itu kurang berkenan dihati teman-teman pewarta,” ujar Faisal, Minggu, (01/05/2016).

Pihak Pemko juga menjelaskan, terkait permasalahan tersebut, bahwa hal itu merupakan kesalahan perhitungan dari Kasubag Rumah Tangga, yang pada
malam itu, yang ditugaskan untuk acara tersebut.

“Perlu diklarifikasi dan diluruskan, bahwa pada awalnya memang Bagian Umum Melalui Kasubag Rumah Tangga, telah menyiapkan hidangan yang diperkirakan cukup 8 meja. Namun karena undangan yang hadir melebihi 8 meja, maka Kasubag Rumah Tangga menyiapkan meja tambahan. Dan untuk menu yang disajikan adalah menu fresh yang baru dimasak, karena pihak restoran pada awalnya demi menjaga kualitas makanan memasak sesuai pesanan, karena ada tambahan, maka dimasak masakan yang baru, bukan bekas atau sisa,” papar Faisal.

Faisal juga mengatakan, untuk perkataan yang kurang enak dari staf Pemko maupun Pak Sekda, sebenarnya itu tidak ada maksud lain.

“Bahasa yang mengatakan, meja kalian siapa yang pesan dan silakan Pak masuk, pesan aja rokok, minuman, itu makanan sudah disiapkan, namun yang ada tinggal sisa,” itu sebenarnya bahasa salah faham. Dengan apa yang disampaikan oleh Pak Sekda kepada pewarta. Malah Pak Sekda menegur bawahannya untuk menyiapkan segera hidangan buat pewarta,” ungkap Faisal.

Dalam kesempatan ini, Faisal mewakili pihak Pemko berharap, untuk tidak menjadi ambigu untuk teman teman yang lain. Karena selama ini juga pihak Pemko berusaha menjaga dengan baik hubungan dengan Pewarta.

“Harapan kami, permasalahan ini tidak menjadi ambigu untuk teman-teman yang lain, Karena bagi kami, pewarta adalah rekan mitra dan kami perlu pewarta. Dan selama ini juga kami berusaha menjaga dengan baik hubugan dengan pewarta. Dan kami tidak ada maksud apapun juga, untuk meremehkan dan mempermalukan teman pewarta semua. Kedepanya mudah-mudahan tidak akan terulang lagi dan ini juga akan menjadi PR bagi kami, dan kami anggap permasalahan ini sebagai hal yang serius. Karena itu, kami akan mempelajari hal ini dan akan mencoba evaluasi. Sehingga permasalahan ini, tidak akan timbul lagi dikemudian hari,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Riono, mengadakan jamuan makan malam dengan Anggota Lembaga Jawatan Kuasa Audit Dalaman dan Staf anggota-anggota Kerajaan Batu Pahat Berhat, di Restoran Nelayan, Sei Jang, membuat sejumlah pewarta dipermalukan, Sabtu, (30/04/2016), malam.

Kejadian itu bermula dari pewarta yang menempati satu meja, namun tiba-tiba Sekda Kota Tanjungpinang, Riono menyindir pewarta dengan halus, namun sangat menyakitkan.

“Meja kalian siapa yang pesan,” ujar Riono.

Namun hal itu tidak berhenti disitu, melainkan berlanjut diluar ruangan, dimana sejumlah pewarta keluar dari ruangan makan para pejabat itu. Dan salah satu pelayan restoran menjelaskan kepada pewarta.

“Maaf pak, kami tidak bisa layani, lantaran Pemko hanya menyiapkan 8 meja saja” ungkapnya.

Mendapat jawaban seperti itu, pewartapun hanya berada diluar. Namun, salah satu staf bagian humas mengatakan, bahwa memang benar meja itu hanya 8, akan tetapi saya sudah meminta untuk ditambah.

“Silakan Pak masuk, pesan aja rokok, minuman, itu makanan sudah disiapkan. Namun yang ada tinggal sisa,” ungkap staf humas sambil menunjuk meja tersebut.

Melihat etika dari para pegawai Pemko tersebut, para pewarta yang tidak ingin integritasnya dicederai langsung meninggalkan acara tersebut.

Para pewarta yang hadir dalam acara tersebut juga meluangkan kekesalannya melalui akun Blackberrynya.

“Udah dipermalukan, dikasih makan sisa lagi,” tulis salah satu pewarta.

Atas peristiwa tersebut, Kasi Humas Pemko Isanini Bayu Wibowo, menyampaikan permohonan ma’af melalui pesan singkat Blacberry-nya.

“Mohon maaf ya kawan-kawan,” tulis Isanini Bayu Wibowo, di Group Pemko Tanjungpinang.

Sementara terpisah, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tanjupinang, Helianto, menilai acara jamuan makan malam tersebut hanya menghabiskan uang rakyat. Apalagi tidak ada hal-hal penting disampaikan dalam acara tersebut.

“Kalau kita melihat dengan kondisi keuangan Daerah yang defisit, maka acara makan-makan di Restoran itu hanyalah pemborosan. Seharusnya acaranya dibuat aja secara formal kalau memang itu kegiatannya,” jelas Helianto.

Diduga, kegiatan Sekda Kota Riono tersebut, hanya untuk memecah belahkan hubungan antara Pewarta dengan Pemko, yang selama ini berjalan dengan baik. Mengingat dalam waktu dekat ini Kota Tanjungpinang akan memasuki pesta demokrasi. Akan kah peristiwa tersebut upaya sekda untuk memecah belahkan Pewarta dengan Walikota?? (SK-RA/C)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100