GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Said Hamid : Helen Berhenti Sekolah “BUKAN FAKTOR EKONOMI”

×

Said Hamid : Helen Berhenti Sekolah “BUKAN FAKTOR EKONOMI”

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Terkait pemberitaan Helen (16) Warga Kebun Nyiur, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, yang berhenti sekolah karena tidak mempunyai biaya akibat kesulitan ekonomi, Staff Khusus Bupati Lingga, Bidang Pendidikan dan Kesehatan, H. Said Hamid, lansung bergerak cepat guna menelusuri dan mencari informasi kebenaran seperti yang telah terekpos di beberapa media, dengan mempertanyakan kepada Kepala Desa, serta Kepala sekolah di mana tempat Helen pernah sekolah. Dari hasil penelusuran yang telah dilakukan fakta yang didapat, bahwa apa yang disampaikan oleh Kurnia, Nenek Helen, kepada media tidak benar dan harus diluruskan.

“Begitu membaca berita ada warga yang berhenti sekolah karena faktor ekonomi di Desa Batu Berdaun saya terkejut. Setelah dilakukan penelusuran dan mempertanyakan kepada tetangga, Kepala Desa dan Kepala Sekolah, fakta yang didapat berbeda dari keterangan yang disampaikan Kurnia kepada media,” ujarnya kepada awak media, Minggu, (08/04/2016).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dari keterangan warga, kata Said Hamid, keluarga Alfian dan Susilawati, memang tergolong keluarga yang kurang mampu dan kesulitan ekonomi. Namun, kondisinya tidak lah seperti yang diceritakan Kurnia. Orang tua Alfian, meski hanya sebagai pekerja serabutan dan buruh kasar, tapi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, Alfian masih dibantu Susilawati istrinya, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

“Bagaimana bisa tidak makan, sedangkan keluarga ini memiliki sepeda motor,” ungkapnya.

Terkait Helen, putri sulung mereka yang berhenti dari SMPN 1 Singkep, lanjut Said Hamid, bukan karena faktor kesulitan ekonomi. Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah SMPN 1, Singkep, Helen berhenti sekolah lantaran tertangkap membawa telepon seluler oleh guru di sekolah. Sesuai aturan yang dibuat sekolah, setiap siswa dilarang membawa tetelpon seluler ke dalam kelas.

“Di dalam telepon seluler tersebut ditemukan hal-hal yang belum boleh dilihat oleh pelajar. Untuk itu, pihak sekolah memanggil orang tua Helen. Sejak saat itulah, Helen tidak pernah lagi masuk sekolah,” ungkapnya.

Klarifikasi yang dilakukan ini, kata Said Hamid lagi, bukannya bermaksud untuk menyudutkan Kurnia. Namun, kepada komitmennya sebagai bagian secara pribadi maupun bagian dari Pemerintah daerah, untuk peduli pendidikan sekitar seperti tema gerakan peduli pendidikan Lingga yang dicanangkan oleh Bupati Lingga, H. Alias Wello.

“Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua agar peka terhadap lingkungan. Apalagi Kepala Desa, seharusnya mengetahui kondisi warganya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Singkep, Efendi, membantah berhentinya Helen dari sekolah karena tidak ada biaya dan kesulita ekonomi. Helen berhenti sekolah bukan karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolahnya, namun karena pernah di berikan sanksi berupa teguran karena melanggar etika tata tertib di sekolah. Selain itu, Helen juga sering Alpa di kelas. Tapi pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan Helen dari sekolah, namun sekolah telah beberapa kali memberikan teguran keras atas sanksi disiplin yang dilakukan Helen.

“Meskipun begitu, kita tetap memberikan arahan dan pembinaan kepada orang tuanya, agar Helen mau kembali bersekolah dan memperbaiki kesalahannya,” terangnya kepada awak media, ketika di konfirmasi, terkait berhentinya Helen dari sekolah.

Menurut Efendi, selama ini, jika ada siswa yang tidak mampu bersekolah, pihaknya selalu mencarikan berbagai alternatif seperti bantuan beasiswa dan lainnya, asalkan anak tersebut mau bersekolah, serta mematuhi segala aturan disiplin yang diterapkan sekolah.

“Kita tidak mau memangkas masa depan anak. Selama ini kita selalu membantu anak-anak yang tidak mampu, bahkan untuk memberi sanksi disiplinpun kita selalu berhati-hati, dan tidak pernah kita sampai mengeluarkan anak dari sekolah,” imbuhnya. (SK-Pus)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100