LINGGA (SK) – Masyarakat Desa Bakong, keluhkan Kepala Desa (Kades) mereka yang jarang masuk kantor, sehingga warga kesulitan dalam pengurusan administras, karena Kantor Desa sering kosong. Di tambah lagi, Kepala Desa tidak berdomisili di Desa Bakong. Selain itu, banyak pembangunan di Desa Bakong, yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kepala Desa kami, tidak berdomisili disini (Desa Bakong-Red). Kalau masuk kantor pun paling sebulan sekali. Meski jarang masuk kantorM tapi jika domisili disini kita mudah dalam mengurus apa-apa, tapi rumahnya sangat jauh dari Desa ini, jaraknya berkilo-kilo dari sini,” ujar salah satu warga kepada awak media, saat ditemui, Rabu, (22/06/2016).
Orpandi, anggota BPD Desa Bakong, membenarkan apa yang menjadi keluhan warga desa. Sebelum terpilih menjadi Kepala Desa, Sapiudin (nama Kepala Desa Bakong-Red) telah membuat surat perjanjian untuk berdomisili di Desa Bakong, apabila terpilih menjadi Kepala Desa. Namun, setelah terpilih sejak dilantik, Sapiudin, sangat jarang ngantor, sehingga semua staff di Kantor Desa juga jarang ngantor.
“Jujur saya katakan, memang kepala desa kami jarang ngantor, dalam satu bulan paling hanya sekali,” ungkapnya.
Kondisi di Desa ini juga sangat memperihatinkan, kata Orpandi, bahkan untuk pengelolaan anggaran di Desa Bakong tidak transparan, sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu dengan kondisi keuangan Desa dan pembangunan di Desa tersebut hampir tidak ada sama sekali.
“Pengelolaan anggaran juga tidak transparan, sehingga wajar kalau pembangunan di Desa ini sangat lamban,” terangnya.
Apa yang yang menjadi keluhan warga Desa Bakong, sangat sesuai dengan fakta dilapangan. Hal ini terlihat saat wartawan mengunjungi langsung Kantor Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, bersama beberapa masyarakat setempat. Saat itu waktu menunjukan pukul 13.15 WIB, dan juga bukan hari libur, yang di temukan dikantor tersebut meskipun tidak di kunci, namun, tidak satupun staff ada di Kantor Desa tersebut. Bahkan, ruangan Kepala Desa dan Sekretaris Desa terlihat terkunci. Dan yang lebih miris lagi, kondisi kantor Desa sangat memprihatinkan, bahkan, Bendera Merah Putih pun tidak terpasang. (SK-Pus)







