LINGGA (SK) — Satu orang dari dua penggali sumur, Midun, warga Bukit Kabung, Kelurahan Sungai Lumpur, meninggal setelah menguras air sumur yang telah selesai mereka gali. Sumur dengan kedalaman 9 meter tersebut, setelah digali sejak beberapa hari lalu, pada Minggu, (24/07/2016), sore, dengan dibantu pemilik rumah yang mempunyai sumur tersebut, mereka berencana akan menguras air sumur menggunakan mesin robin.
Menurut temannya Ajis, yang sama-sama menggali sumur, menuturkan, Sumur yang mereka gali merupakan milik orang, mereka hanya mengambil upah untuk membuat sumur. Sumur yang ia buat bersama temannya, (korban), dengan kedalaman 9 meter telah siap. Bahkan, cincin yang terbuat dari semen pun telah dipasang. Saat akan menguras air sumur tersebut, saya telah mengingatkan kepada korban agar menguras air sumur tersebut besok saja, namun korban tetap mengajak dirinya agar menguras air sumur hari ini.
“Saya telah mengingatkan kepadanya, besok saja menguras air sumurnya, tapi korban bersikeras mengajak menguras hari ini,” cerita teman korban kepada Sijori Kepri, Minggu, (24/07/2016), sore, di RSUD Dabo Singkep.
Saat menguras air sumur tersebut, lanjutnya bercerita, kami mengunakan mesin robin. Mesin tersebut juga kami turunkan ke dalam sumur menggunakan tali. Saat itu, korban juga turun menggunakan tali, dan mesin dalam keadaan menyala, sehingga asap yang keluar dari mesin berkumpul di dalam sumur, sementara korban di dalam sumur kemungkinan kekurangan oksigen. Dan, sewaktu korban naik ke atas menggunakan tali, setelah hampir sampai di atas, karena licin korban jatuh kembali kedalam sumur.
“Setelah korban jatuh kembali di dalam sumur, saya sempat berteriak minta tolong kepada warga sekitar, namun, sempat beberapa waktu warga mendengar,” terangnya.
Korban dapat dikeluarkan setelah regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Dabo Singkep tiba dilokasi dan turut mengeluarkan korban dari dalam sumur.
“Kami dibantu 5 orang dari Pemadam kebakaran mengeluarkan korban dari dalam sumur. Setelah korban dapat dikeluarkan langsung dilarikan kerumah sakit, namun nyawa tidak dapat tertolong lagi,” unggahnya. (SK-Pus)







