TANJUNGPINANG (SK) — Tokoh masyarakat zuriat Kerajaan Riau Lingga dan sebagai Dewan Pembina Hulu Balang Kepri, Said Haris Yacob, menilai Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sangat memprihatinkan semenjak kepemimpinan Syafsir Akhlus menjadi Rektor.
“Semakin hari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sangat memprihatinkan dengan kepemimpinan Syafsir Akhlus, dikarenakan banyak dari proyek untuk memfasilitasi mahasiswa tidak berjalan,” ujar Said Haris, kepada Sijori Kepri kemarin.
Selain itu, dikatakannya juga, untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UMRAH kenapa harus dibedakan sampai dengan 5 kelas, seperti kelas I sebesar Rp. 500 ribu, Kelas II sebesar Rp. 1.400.000, Kelas III sebesar Rp 2.400.000, Kelas IV sebesar Rp. 3.200.000 dan Kelas V sebesar Rp. 4.500.000. Itu semua ditetapkan oleh Rektor.
“Kenapa harus ada diperbedakan, seharusnya untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu tidak ada yang dibedakan dong,” katanya.
Ditambah lagi, dengan Wakil Rektor yang dipilihnya, hanya dengan pangkatnya 3C dan 3D saja yang notabene hanya pendidikan S2. Bagai mana mutu dunia pendidikan di Kepulauan Riau ini bisa meningkat.
“Seharusnya Rektor harus melihat itu semua, dan sudah seharusnya Wakil Rektor itu pangkatnya 4A dengan pendidikan S3. Agar bisa meningkatkan mutu pendidikan perguruan tinggi di Kepri ini,” ucapnya.
Dan sebentar lagi, dilanjutkan Said Haris, anak-anak kita akan melaksanakan wisuda. Namun sampai saat ini, anggota Senat pun belum juga di bentuk dan di lantik. Padahal, Senat itu badan normatif tertinggi di Universitas, yang perannya sangat penting untuk pengawasan. Jadi setiap Universitas tidak boleh tidak ada Senat.
“Apakah Rektor mau bekerja sendiri tanpa adanya pengawasan, jadi bisa bebas berbuat semaunya. Sebaiknya Rektor UMRAH dan Kroni-Kroninya mundur dari jabatannya sebelum dimundurkan,” tegas Said Aris.
Sementara itu, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Syafsir akhlus saat di Konfirmasi melalui handphone selulernya nomornya tidak aktif, begitu juga ketika di konfirmasi melalui pesan singkat, juga belum ada respon sama sekali, sampai akhirnya berita ini diterbitkan. (SK-RA)

















