GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Warga Desa Tinjul Harap “DINKES LINGGA TINJAU PROYEK AIR BERSIH”

×

Warga Desa Tinjul Harap “DINKES LINGGA TINJAU PROYEK AIR BERSIH”

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) – Rustam Efendi, Kepala Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, berharap kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, meninjau kembali hasil pembangunan fasilitas air bersih yang berada di Desa mereka. Sejak serah-terima tahun 2015 lalu, belum juga dapat dinikmati masyarakat setempat. Proyek Dinkes yang bernilai Rp214 juta itu, di bangun melalui dana DAK tahun 2014, untuk dapat segera digunakan.

Warga Desa mengharapkan, dapat menikmati proyek air bersih yang telah dibangun tersebut, untuk mengatasi kendala kebutuhan air warga saat musim kemarau. Namun, proyek itu memiliki masalah pada sistem kerja penyedotan air dari sumbernya ke tangki penampungan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Ada 3 sumur, yang di bangun sebagai sumber airnya. Sistem penyedot menggunakan sebuah mesin jenis diesel, yang pipanya saling terhubung pada tiga sumur tersebut. Yang bermasalah, sistem kerja penyedotan air ke tangki penampungan. Memang, sejak serah terima belum juga dapat gunakan warga,” ungkapnya, saat dihubungi melalui ponselnya, Senin, (07/11/2016), kemarin.

Untuk fisik pembangunan, kata Rustam, sudah cukup baik. Bahkan, sebelum serah terima kepada pihak desa, dilakukan audit oleh BPKP terlebih dahulu. Awal proses penyedotan berjalan dengan baik, namun tidak lama berselang, lumpur dalam sumur ikut tersedot hingga membuat kotor semua air dalam tangki penampungnya. Kondisi tersebut telah berkali-kali terjadi, saat pihak Desa melakukan uji coba. Akhirnya, kami memutuskan untuk tidak mendistribusikan air dalam keadaan kotor itu ke rumah-rumah warga, karena kami takut malah menjadi sumber penyakit.

“Untuk fisiknya tidak ada masalah, hanya lokasi pembangunannya saja yang mudah longsor dan banyak anyau (lumpur-Red), namun di titik ini pula yang paling banyak sumber airnya,” terangnya.

Secara pribadi, lanjut Rustam, dirinya telah mencoba mengupayakan perbaikan menggunakan dana dari kantong sendiri, agar fasilitas air bersih tersebut dapat digunakan. Saya memanggil pekerja untuk menyedot semua lumpur yang ada dalam sumur beberapa waktu lalu, serta menutup sisi-sisi tempat masuknya lumpur, dan bagian dasarnya kami timbun dengan batu kerikil, tapi setelah diuji coba, lumpur masih tetap ikut tersedot.

“Untuk masalah ini, telah saya sampaikan langsung ke Dinkes. Dan pihak Dinkes menanggapinya, dan akan mengirim konsultan untuk meninjau kondisi tersebut,” unggahnya. (SK-Pus)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100