– Hasil Ciptaannya Juara 2 Nasional TTG 2016.
TANJUNGPINANG (SK) — Warga Tanjungpinang harusnya merasa bangga, karena beberapa warganya sudah dapat menciptakan alat yang dapat digunakan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan saat ini, seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Poltekes Tanjungpinang yang menemukan alat pencegah bakteri TBC.
Namun yang ini lebih unik lagi, karena penemu alat “Pengupas Kulit Kacang Tanah”, yang beberapa bulan lalu mendapat juara 2 (dua) Nasional, dalam perlombaan Teknologi Tepat guna (TTG), ternyata hanya seorang warga biasa yang cuma tamat SMP, yang bernama Nofirman, yang tinggal di Kelurahan Melayu Kota Piring, Jalan Kijang Lama, Perumahan Pondok Kelapa, Tanjungpinang.
“Saya hanya tamatan SMP aja pak wartawan, karena untuk melanjutkan ke SLTA, saya kesulitan ekonomi,” kisah Nofirman, kepada Sijori Kepri, Rabu, (21/12/2016), malam.
Nofirman menceritakan, bahwa ia menciptakan alat tersebut, dikarenakan memang menjadi kebutuhannya, sebagai seorang pengusaha kecil, yaitu membuat kacang gula (Kipang), sebagai mata pencariannya.
“Awalnya saya banyak menghadapi kegagalan, diantaranya membuat alat pengupas bulu ayam, yang tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Kemudian saya terinspirasi untuk membuat alat pengupas kulit kacang, karena saya kesulitan mengupas kulit kacang dengan tangan, sebagai usaha saya yang baru, sedangkan permintaan semakin bertambah,” cerita Nofirman.
Kemudain Nofirman melakukan uji coba berkali-kali, dan gagal lagi. Namun ia tidak berputus asa, karena memang ia membutuhkan alat yang menunjang usahanaya.
“Saya lakukan percobaan bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, dan akhirnya saya berhasil juga. Namun baru satu jenis ukuran kacang, karena kacang tanah bisa di katagorikan menjadi dua ukuran, besar dan kecil. Kedepannya tinggal saya buat saja yang ukuran kecilnya,” lanjut pria yang memiliki tiga anak, 1 perempuan dan 2 laki laki ini.
Kemudian Sijori Kepri menanyakan apakah Ia ada rencana menciptakan alat yang lain lagi untuk kepentingan masyarakat, Nofirman langsung saja menjawab, ya.
“Rencana saya akan lakukan uji coba lagi, yaitu menciptakan alat pengupas kulit kacang kedelai, karena biasanya masyarakat menggunakannya dengan manual,” kata pria kelahiran Sumatra Barat itu.
Sebagai warga Tanjungpinang khususnya, dan Indonesia umumnya memang kita patut untuk memberikan apresiasi kepada Norman, dan memberikan motivasi kepadanya agar terus berinovasi menciptakan lagi alat yang memang di butuhkan masyarakat. (SK-MU/C)













