– Weni Kumpulkan Kader PKK Bergotong Royong.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Setelah Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mendapat Informasi tentang adanya Lansia yang kondisinya memprihatinkan di Kampung Sebaok Darat, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota dari isterinya, Yuniarni Pustoko Weni, yang juga anggota DPRD Kepri, membuat Walikota, Lis Darmansyah terkejut, karena lokasi tampat tinggal lansia tersebut letaknya tidak terlalu jauh dari Kantor Walikota Tanjungpinang.
Kedatangan Lis sudah didahului Weni dan kader PKK, yang melakukan gotong royong mulai Pukul 07:30 WIB di rumah nenek Sukiah (83), karena Lis pada pagi harinya mengikuti Rapat Kerja (Raker) Kepala Daerah Se-Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, sehingga sekitar Pukul 10:00 WIB baru sampai ke lokasi.
Saat menemui nenek Sukiah, yang sementara di tempatkan dulu di rumah tetangganya, karena rumahnya dikosongkan untuk dibenahi, Lis menatap nenek itu dengan rasa iba.
“Mbah, rumahnya mau diperbaiki dulu kira kira satu minggu, jadi sementara mbah tinggal di sini dulu ya,” ujar Lis, yang di iyakan si mbah sambil mengangguk.
Melihat kondisi mata si mbah yang juga rabun, Lis meminta dokter PTT yang bertugas di Puskesmas setempat.
“Nanti mata si mbah di periksa, dan seandainya mengalami katarak, di obati,” kata Lis kepada dokter wanita itu.
Ketua RT setempat yang baru bertugas 6 bulan, Eni, yakni RT 2 RW 6, mengatakan, sewaktu si mbah belum rabun kira-kira tiga tahun yang lalu, sangat rajin bekerja.
“Kini si mbah tak bisa berbuat banyak. Sementara anaknya yang di Tanjungpinang jarang pulang, dan saya juga tak tahu namanya. Kemudian yang disini bernama Sulasniah, kondisi psikologinya kurang stabil, dan si mbah tiggal bersama cucunya, Jiatno, yang juga pekerjaannya bantu-bantu tetangga,” ujar Erni.
Kemudian Lis, Weni dan rombongan yang ikut hadir pamit kepada si mbah, kemudian kembali melihat rumah si mbah yang menjadi perhatian Walikota itu.
“Mbah jaga kesehatan ya. Masalah rumah jangan difikirkan, sudah menjadi urusan kami,” kata Weni sembari pamit.
Saat melihat kondisi rumah nenek Sukiah, yang sangat memprihatinkan, karena dinding, pintu, atap yang sudah pada rusak, sedangkan sang nenek kondisinya rabun, membuat Lis merasa sedih dan sangat terharu. Belum lagi melihat lantainya yang sudah pada berlubang.
Lis juga salut kepada kader PKK, yang dengan ikhlas hati bergotong royong membersihkan semak-semak disekitar perkarangan rumah nenek Sukiah, dan membersihkan bagian dalamnya. Namun, ketika memperhatikan ibu-ibu yang mengecat dinding layaknya tukang, membuat Lis mengambil keputusan untuk mencari tukang yang benar-benar ahli dibidangnya.
“Kasihan ibu-ibu itu. Belum lagi dindingnya harus dikerik dulu, dan bahkan ada yang berlubang lagi. Kita pakai tukang cat saja. Nanti kita bayar ongkosnya. Mana lantainya sudah parah begini. Nanti kita pasang lantai keramik saja. Biar bagus sekalian, dan jangan tanggung-tangung, nanti hasilnya nggak memuaskan,” oceh Lis.
Kemudian, Lis meminta kepada tukang yang ditunjuk, untuk mencatat mana-mana material rumah yang harus diganti. Untuk melengkapi bantuan yang sebelumnya sudah ada dari Weni, kader PKK dan Dinas Sosial. Tidak berapa lama, tukang mengantarkan catatan material tersebut.
“Nah, catatan material yang diperlukan sudah ada. Kalau pakai dana APBD, perlu proses panjang. Apalagi hanya satu rumah. Jadi saya harap kepada yang hadir termasuk saya sendiri, terutama Pak Camat, Nasrizal, Pak Lurah, Iman Satria, juga mantan camatnya , mantan Lurahnya juga, Pak Hamalis Kepala Bappeda, masyarakat yang juga ikut hadir pada hari ini untuk bersama-sama bergotong royong, ikut menyumbangkan bantuan. Yah, kita keroyok dananya bersama-sama,” tutup Lis. (SK-MU)










