SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Berkali-kali Kepala Sekolah (Kepsek) SD 005 Sei Beduk, Kartawinata SPd. MSi, menghimbau kepada para orang tua, untuk betul-betul memperhatikan transportasi anak-anaknya, terutama di saat pergi dan pulang sekolah.
Namun demikian, para orang tua ataupun wali murid, seolah nampaknya tidak perduli dengan himbauan Kepala Sekolah. Tidak jarang Orang tua, membiarkan anaknya pergi dan pulang sekolah tanpa di antar jemput.
“Berkali-kali sudah saya menghimbau kepada orang tua ataupun wali murid, untuk memperhatikan betul-betul transportasi sekolah anaknya,” kata Karta, kepada Pewarta SIJORIKEPRI.COM, di kantornya, Sabtu, (29/07/2017).
“Saya menghimbau, agar para orang tua memperhatikan transportasi anaknya, di saat anaknya itu pergi dan juga pulang sekolah. Terutama anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah. Bahaya!!!,” tambah Karta.
“Sebagai pihak sekolah, kami tidaklah menginginkan hal sekecil apapun terjadi pada anak murid kami. Seperti contohnya, penculikan dan lain sebagainya. Anak itu mesti di antar jemput misalnya,” lanjut Karta.
“Bagaimanapun juga, itu semua harus dilakukan oleh orang tua, karena demi keselamatan anaknya juga. Jangan sampai jemputnya juga terlalu lama dari jam sekolah bubar. Itu sangatlah bahaya juga,” tegas Karta.
“Anak melambaikan tangan kepada siapa saja, untuk cari tumpangan, ini sangatlah bahaya. Tidak semua orang baik, dan tidak semua orang jahat. Kita orang tua lah yang mesti harus waspada dari bahaya,” ujarnya.
“Itu lah, setidaknya himbauan dari saya selaku kepala sekolah, untuk para orang tua atau wali murid semuanya yang anaknya sekolah di sini. Semua harus memperhatikan keselamatan anak. Guru dan juga para Orang tua,” ujarnya lagi.
Bukan hanya Kepala Sekolah saja yang memberikan himbauan kepada murid, namun guru-guru pun juga melakukan hal yang sama, memberi peringatan, agar anak muridnya pulang dengan penuh hati-hati di jalan.
“Ya, sebagai guru pun kami selalu mengingatkan kepada anak murid kami semua, untuk pulang dengan penuh hati-hati, jangan melambai tangan dan menumpang orang sembarangan,” kata Guru sekolah kelas VI, Aini.
Perlu diketahui, bahwa di duga kuat telah terjadi aksi penculikan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar 005 Sei Beduk, pada hari Jum’at, 28 Juli 2017, dimana penculikan tersebut cukup meresahkan para orang tua murid lainnya, walaupun siswi tersebut pada akhirnya, telah lolos dari cengkeraman si penculik. (SK-Nda)








