GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Lis Tandatangani Komitmen “BANGUN KOTA LAYAK HUNI”

×

Lis Tandatangani Komitmen “BANGUN KOTA LAYAK HUNI”

Sebarkan artikel ini
Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, saat menandatangani pernyataan Komitmen Membangun Kota Layak Huni, dalam rangka Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) tahun 2017. (Foto : Humpro Tanjungpinang)

SIJORIKEPRI.COM, JAKARTA — Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, menandatangani pernyataan Komitmen Membangun Kota Layak Huni, dalam rangka Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) tahun 2017, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Patimura, No 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (06/11/2017).

Penandatanganan dilakukan bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo, disaksikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anita Firmanti, Dirjen Penyedian Perumahan Kementerian PUPR Ir. Syarif Burhanuddin, Dirjen Pembiayaan Perumahan, Lana Wina Yanti, Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, dan Kepala Daerah serta sejumlah pejabat di Nusantara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Lis Darmansyah, mengatakan, membangun kota layak huni sudah menjadi komitmen pemerintah Kota Tanjungpinang. Melalui komitmen bersama ini, semakin meneguhkan langkah Kota Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, untuk terus berupaya menuju kota yang layak huni, kota yang cerdas, kota yang nyaman, kota yang dirindukan wisatawan, kota yang kondusif, dan tentunya kota yang berdaya guna.

Kehadiran beberapa program pemerintah kedepan, tutur Lis, seperti program motor toko di wilayah Kota Lama, penataan kampung kumuh, pulau Penyengat, mempercantik Gedung Gonggong dan Jembatan Engku Puteri dengan video mapping, menunjukkan Kota Tanjungpinang semakin berbenah menuju Kota inovatif, kreatif, produktif dan berkelanjutan.

Untuk itu, Lis berharap, ada keterlibatan generasi-generasi dan masyarakat kreatif, stakeholder, serta peran pemerintah pusat maupun provinsi untuk mewujudkan pembangunan Kota Tanjungpinang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Anita Firmanti, mengatakan, urbanisasi yang tidak terhindarkan, memberikan konsekuensi makin berkurangnya wilayah pedesaan. Hingga saat ini jumlah penduduk perkotaan sebesar 160 juta jiwa lebih atau 53 persen dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia.

“Ini menggambarkan bahwa komposisi terbesar ada di wilayah perkotaan, dan itu imbas dari urbanisasi, sehingga muncul didalamnya permasalahan permukiman, persampahan, kekumuhan, akses air dan sanitasi bersih,” ujar Anita.

Anita menyebutkan, untuk mengatasi urbanisasi, tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh pemerintah, perlu dukungan dan keterlibatan dari perguruan tinggi, perusahaan, non government organisation (NGO), asosiasi masyarakat dan lainnya.

“Membangun dan menata permukiman serta lingkungan perkotaan, dibutuhkan inovasi dan pelibatan banyak pihak, termasuk kelompok potensial generasi muda kreatif yang peduli lingkungan,” ucap Anita

Rangkaian acara ini juga diisi lomba fotografi, diskusi panel tentang isu-isu pembangunan, talkshow, softlounching buku panduan praktis New Urban Agenda (NUA), serta pameran dan slide event selama dua hari.

Seusai penandatanganan, Lis Darmansyah bersama Sekjen Kementerian PUPR meninjau stand pameran Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2017. Beberapa stand pameran juga dikunjunginya, seperti stand Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Stand Universitas Hasanuddin, stand Kota Ku, stand Pemerintah Kota, dan lainnya.

Didalamnya dipamerkan berbagai foto pembangunan perumahan dan pemukiman kota, transportasi, pemberdayaan masyarakat, informasi pembangunan Kota Layak dan lainnya. Sejumlah foto dan informasi yang dipamerkan menjadi perhatian Wali Kota Lis Darmansyah, beberapa kali ia sempat meminta penjelasan dari petugas jaga stand.

Selain Walikota Tanjungpinang, ada 26 Walikota dan Bupati di Indonesia yang membubuhkan tandatangan menyatakan komitmen terhadap pembangunan perkotaan berkelanjutan “Kota Layak Huni” di Indonesia, diantaranya Wali Kota Surabaya, Wali Kota Malang, Wali Kota Banda Aceh, Wali Kota Padang, Wali Kota Bogor, Wali Kota Yogyakarta, Bupati Nunukan, Bupati Tanggerang, dan Bupati Sumbawa.

Turut mendampingi Walikota Tanjungpinang, Kepala Dinas PU, Hendri, ST, Kepala Beppelitbang, Drs. Surjadi, MT, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Kebersihan dan Pertamanan, Amrialis, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Boby Wira Satria. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100