SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Minat masyarakat untuk melakukan KB (Keluarga Berencana), terutama bagi kaum Pria ataupun suami di Provinsi Kepri ini, masih sangat kurang. Padahal, KB untuk pria ini sangatlah baik, karena tidak ada efek sampingnya.
Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang KBKR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi) BKKBN Provinsi Kepri, Antony, pada Puncak Acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 53, bertempat di Gedung Gonggong Laman Boenda, Tanjungpinang, Sabtu, (11/11/2017).
“KB untuk pria ini disebut “Vasektomi”, yakni pengikatan saluran sperma, sehingga tidak akan menyebabkan kehamilan bagi istri,” kata Antony, didampingi Dodi Gunawan, PLKB BKKBN Kota Tanjungpinang.
Jika ada keluhan dari masyarakat atas pemasangan alat KB ini, lanjutnya, BKKBN tetap akan melayani, dan silahkan langsung mendatangi Faskes (Fasilitas Kesehatan) di tempat tinggalnya masing-masing, pasti akan dilayani.
“Karena BKKBN Provinsi Kepri dan BKKBN Kota Tanjungpinang telah melakukan kerjasama, dalam rangka pelayanan KB melalui Mobil Unit Pelayanan KB,” ujarnya.
Antony juga menyampaikan, bahwa selain untuk masyarakat umum, khususnya ibu pasangan usia subur, sosialisasi KB juga disampikan kepada siswa-siswi di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dan juga di kampus.
“Program terhadap siswa sekolah ini, berada dibawah naungan Bidang Bina Keluarga Remaja, serta Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR),” ujarnya.
Pada Peringatan HKN ke 53 ini, tambahnya, ada sekitar 54 orang yang memanfaatkan fasilitas pelayanan KB ini. Baik itu difasilitas kesehatan tingkat dasar, maupun di lapangan.
“Dan pada saat puncak acara, ada tambahan sekitar 17 orang yang memanfaatkan KB ini. Jadi totalnya ada 71 orang,” pungkasnya. (SK-PS/C)








