GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Lis Ingin Kado Terindah “DARI LAM”

×

Lis Ingin Kado Terindah “DARI LAM”

Sebarkan artikel ini
Penyerahan bantuan perangkat pakaian adat oleh Waikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah kepada Ketua dan Pengurus LAM Kota Tanjungpinang. (Foto : Humpro Tanjungpinang)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Tanjungpinang adalah salah satu negeri yang memiliki akar budaya Melayu. Masyarakatnya sangat terbuka, penuh dengan toleransi, bahkan masyarakat yang heterogen tetap memegang teguh pepatah Melayu “Dimana Bumi di Pijak, Disitu Langit di Junjung”. Tak heran, jika Tanjungpinang menjadi Kota yang nyaman untuk didiami oleh seluruh Suku Bangsa.

“Di Tanjungpinang cukup banyak suku dan budaya didalamnya, bahkan hampir semua lengkap ada di Tanjungpinang, mulai dari suku Melayu, Jawa, Batak, Padang, Sunda, hingga Flores, semuanya ada,” ujar Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH, pada acara Penguatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Penmas), di Aula Bulang Linggi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang. Acara ini dihadiri segenap anggota LAM Kota Tanjungpinang, Jum’at, (22/12/2017).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Lis, LAM sebagai payung dari semua keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di Kota Tanjungpinang untuk menjadi pelindung, pembimbing dan pengayom bagi semua suku bangsa di Kota tercinta ini.

Dengan begitu, keberadaan LAM menjadi sangat penting, apabila terjadi sesuatu yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan Kota Tanjungpinang, maka sudah sepatutnya LAM menerapkan prinsip “Yang Berat Sama Dipikul, Yang Ringan Sama Dijinjing”.

Untuk itu, Lis berharap, LAM Kota Tanjungpinang mampu melakukan upaya-upaya terutama dalam menghadapi tantangan global saat ini, bak kata petuah “Yang Lama Dikelek, Yang Baharu Didukung”, artinya adat yang lama tetap diamalkan, disamping budaya hidup yang baru.

“Kerja sama yang baik antara pengurus LAM dengan pemerintah mesti dilakukan secara baik dan saling membantu disegala bidang kehidupan,” tuturnya.

Selain itu, jelang akhir masa jabatannya, Lis minta kepada pengurus LAM untuk memberikan kado terakhir baginya. Keinginan Walikota begitu biasa, sejak memimpin Kota Tanjungpinang, ia hanya ingin nama jalan, Kampung, dan Gedung Perkantoran memakai nama Kesultanan dari Sejarah Kerajaan Melayu di Kota Tanjungpinang.

“Hanya 3 hal yang saya minta dengan LAM sebagai kado terakhir masa jabatan saya, ada jalan, kampung, 4 Kantor Kecamatan, kalau bisa rumah sakit yang memiliki nama yang berkaitan dan mencirikan bahwa Tanjungpinang adalah Bumi Melayu. Meski tidak bisa dilakukan secara keseluruhan, minimal nama-nama yang sudah ditetapkan bisa kita tabalkan pada 6 Januari 2018, bersamaan dengan Hari Jadi Tanjungpinang ke 234,” pinta Lis.

Sebelum, Lis mengungkapkan keinginannya. Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Raja Al Hafiz, mengutarakan hal yang sama. Ia ingin pemerintah membuat aturan dan Perwako yang jelas mengenai nama jalan, tokoh, perkantoran, dengan memakai nama sejarah Kerajaan di Tanjungpinang, dan nama-mana tersebut harus bertuliskan Arab melayu, hal ini untuk menandakan nuansa Melayu di Kota Tanjungpinang.

“Mari kita bantu pemerintah, kita kuatkan budaya Melayu, dengan menonjolkan kekhasan adat dan budaya di Kota Tanjungpinang. Ayo kita dukung kerja pemerintah dalam mensukseskan program pembangunan di Kota tercinta ini,” ajak Raja Al Hafiz kepada seluruh Pengurus LAM.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Penmas, Drs Wan Kamar, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk menjalin komunikasi antara Pemerintah dengan LAM Kota Tanjungpinang, serta memfasilitasi tradisi dan budaya Melayu, diantaranya melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana budaya Melayu, seperti pakaian adat Melayu.

“Untuk melestarikan nilai-nilai budaya Melayu, kami menyerahkan bantuan berupa perangkat adat perkawinan, teridir dari pakaian adat pengantin Melayu Pria dan Wanita, tepak sirih, tudung manto, kain pelamin, serta pelaminan,” katanya.

“Saya berharap, perangkat ini nantinya bisa dipajang di Sekretariat LAM. Hal ini, supaya LAM bisa menunjukkan adat istiadat yang dimiliki Kota Tanjungpinang kepada tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang, terutama yang datang ke Sekretariat LAM,” ujar Wan Kamar.

Acara tersebut disejalankan dengan penyerahan bantuan perangkat pakaian adat oleh Waikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah kepada Ketua dan Pengurus LAM Kota Tanjungpinang. (SK-RM/HMS)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100