GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Pokdarwis Dompak dan Mahapala UMRAH “SIAP SATUKAN PERSEPSI”

×

Pokdarwis Dompak dan Mahapala UMRAH “SIAP SATUKAN PERSEPSI”

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Ketua Pokdarwis Kelurahan Dompak, Dodi Igor (baju merah), Lurah Dompak Heri Susanto (tengah) dan Mahapala Umrah. Fahry Naviardy. (Foto : Munsy Bagus Utama)
– Terkait Pro Kontra Pemberitaan Pengecatan Batu di Tanjung Setumu.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kebijakan, ide, kreasi dan inovasi yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok, tidaklah selamanya akan berjalan mulus dan lancar, dan bisa diterima disemua kalangan, dikarenakan setiap orang dan kelompok memiliki pandangan dan persepsi masing-masing.

Untuk menyatukan persepsi yang tidak semuanya bisa sama, itulah perlu adanya kerja sama yang saling mendukung dan bersinergi, hingga tidak terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hal ini terjadi juga pada kegiatan yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Dompak, dimana beberapa waktu yang lalu melakukan kegiatan mengecatan bagian muka bebatuan di ujung pantai Tanjung Setumu, Dompak, yang tujuannya untuk memperindah pemandangan, dan bisa dijadikan ajang selfie bagi pengunjung, yang di unggah di berita SIJORIKEPRI.COM, pada 17 Februari yang lalu.

Dari pemberitan itu, muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat, hingga menjadi perhatian kelompok Mahapala Umrah. Fahry Naviardy, yang merupakan Suku Pendiri Mahapala Umrah, namun masih aktif di kegiatan Mahapala dan mewakili Ketua Mahapala Umrah dan Anggota yang berhalangan hadir, mengadakan pertemuan internal, sambil ngopi santai dengan Ketua Pokdarwis, Dodi Igor, yang didampingi Lurah Dompak Heri Susanto S.Sos, guna menyatukan persepsi yang berbeda itu, di Kedai Kopi Simpang Ramayana, Tanjungpinang, Kamis, (22/02/2018), sekira pukul 21:00 WIB.

Dalam pertemuan itu, Fahry Naviardy, menyayangkan pemberitaan tersebut yang menuliskan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Dompak, patut dijadikan contoh bagi Pokdarwis di daerah lain, dimana banyak kegiatan yang dilakukan kelompok ini untuk menjadikan Dompak menjadi daerah wisata, seperti pembersihan pantai dan kegiatan lainnya.

Menurutnya, meskipun kalimat itu berbeda paragraf dengan kalimat yang menuliskan “Saat ini Pokdarwis Dompak membuat inovasi baru melakukan pengecatan bebatuan (Coloured Stone) yang sangat indah agar bisa dijadikan ajang selfie, maupun foto-foto bersama bagi pengunjung yang datang ke Tanjung Setumu,”. Namun mindset di masyarakat seolah-olah Coloured Stone yang dilakukan Pokdarwis juga patut dijadikan contoh.

“Yang patut dijadikan contoh itu pembersihan pantai, dan kegiatan lain yang tidak terkesan vandalisme. Masih banyak inovasi lain yang bisa dilakukan, seperti instalasi seni, yang berupa ayunan di pantai, dan lainnya,” ujarnya.

Lanjutnya, meskipun mendapat dukungan moril dari Lurah Dompak dan Kadispar Kota Tanjungpinang, seperti yang dilansir SIJORIKEPRI.COM, dan Kadispar Provinsi seperti yang dilansir KOMPAS.COM (18/02/2018), namun menimbulkan pro dan kontra dikalangan netizen.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Pokdarwis, dan siap bekerja sama sesuai tugas-tugas kami yang sejalan dengan hal tersebut, seperti pembersihan pantai misalnya, selagi tidak terkesan Vandalis. Namun jika kegiatan yang menuai pro dan kontra, tentu tidak bisa kita bekerja sama, karena nantinya jerih payah yang dilakukan Pokdarwis akan mendapat sandungan dan hambatan,” katanya.

Menyikapi kritik dan saran perwakilan Mahapala Umrah tersebut, Lurah dan Ketua Pokdarwis menyambut baik, karena tujuannya agar kegiatan Pokdarwis kedepannya tiada hambatan dan lancar.

Dodi Igor mengatakan, pengecatan pantai itu diawali dengan kekecewaannya terhadap sikap pengunjung yang mencoret-coret batu di pantai itu. Jadi ia berinisiatif menghapus coretan tersebut dengan melakukan pengecatan di bagian yang dicoret-coret, agar menjadi indah, karena saat ini beberapa Pokdarwis berlomba untuk menbuat destinasi baru yang menarik.

“Namun jika itu masih juga dianggap vandalisme, terpulang masyarakatlah,” katanya.

Menyadari apa yang dilakuan Pokdarwis Dompak yang tujuan sebenarnya adalah bermaksud baik, namun dikarenakan menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, Fahry meminta dan menyarankan agar hal itu tidak dilakukan, dan kedepannya tidak terjadi lagi.

Adapun yang sudah terlanjut dicat, lanjutnya, nanti akan luntur juga dengan sendirinya, seiring waktu bila terkena panas dan hujan.

“Kita siap dukung inovasi Pokdarwis Dompak, selagi tidak ada pro dan kontra,” katanya.

Pertemuan yang santai dan penuh persahabatan itu diakhiri dengan kesepakatan untuk saling bekerja sama dan bersinergi antara Pokdaris Dompak dan Mahapala Umrah. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100