GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Kepri Akan Jadi “LOKOMOTIF EKONOMI” di Indonesia Barat

×

Kepri Akan Jadi “LOKOMOTIF EKONOMI” di Indonesia Barat

Sebarkan artikel ini
Paripurna Istimewa Peringaran Hari Jadi Provinsi Kepri Ke 16, di Ruang Sidang Utama DPRD Kepri. (Foto : Wak Tung)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepri Akan Jadi “LOKOMOTIF EKONOMI” di Indonesia Barat
– Peringatan HUT Kepri Ke 16.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG –Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, mengatakan, banyak yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri selama 16 tahun perjalanan pemerintahannya sejak berdiri tahun 2002 yang lalu.

Sesuatu yang terkandung dari peringatan HUT Kepri ini, yaitu bagaimana kita memaknai nilai-nilai keikhlasan dalam perjuangan untuk meraih cita-cita bersama, dan bercermin agar dapat memperbaiki kekurangan, agar kedepannya bisa lebih baik.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, pada pembukaan Paripurna Istimewa yang dipimpinnya, tentang Peringaran Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau Ke 16, di Ruang Sidang Utama DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin, (24/09/2018), sekira pukul 11:15 WIB.

Seiring waktu perjalanan sejak berdiri, kita harus lebih bisa meningkatkan potensi, baik SDM maupun peralatan teknologi, agar bisa bersaing di perdagangan bebas.

“Saya yakin, kedepan Kepri akan menjadi lokomotif bagi Indonesia di bagian barat dalam memacu roda ekonomi pembangunan,” katanya.

“Kita patut bersyukur, bahwa pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi di Kepri waktu itu sempat anjlok, namun pada semester pertama tahun 2018 ini, kembali membaik hingga 4,51 persen,” kata Jumaga.

Sejalan dengan Jumaga, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengatakan bahwa, peningkatan pertumbuhan ekonomi memang patut kita syukuri, namun harus diimbangi dengan tingkat inflasi mengecil. Apa gunanya meningkat pertumbuhan ekonomi, kalau daya beli melemah.

Memang perjuangan kita masih belum maksimal, atau masih sedikit, namun Nurdin meminta masyarakat Kepri harus tetap bersyukur dengan apa yang kita peroleh, agar tetap ditambah nikmat oleh Allah SWT.

“Kalau tidak bersyukur, sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, kita harus bekerja keras, agar Indonesia kembali menjadi negara maritim yang besar. Oleh sebab itu, perlu armada dagang yang besar, khusunya di Kepri.

Seperti kapal-kapal yang berlayar ke Natuna dan Anambas, seharusnya mencapai 100 ton, apabila cuaca kurang baik, masih dapat melanjutkan aktivitasnya.

“Kalau barang lancar, maka persediaan akan tercukupi, sehingga inflasi dapat diatasi,” jelas Nurdin.

Pada paripurna itu, kursi di depan sidang lengkap, baik Gubernur, Wakil Gubernur Isdianti, Ketua DPRD, Wakil Ketua 1, 2 dan 3 juga hadir.

Paripurna itu turut dihadiri Konsul Jenderal Singapura, mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan istri, Mantan Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi, Ketua BIN Kepri, Ketua BP3KR, Huzrin Hood dan anggota dari berbagai daerah di Kepri.

Tak ketinggalan Ketua LAM, Pimpinan Lembaga, Instansi dan Institusi Vertikal, Pimpinan Partai, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta anggota DPR dan DPD RI. (Wak Tung)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100