BINTAN – Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dewi Kumalasari Ansar, menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Bintan meraih insentif fiskal nasional sebesar Rp 5,9 miliar atas capaian penurunan stunting harus menjadi motivasi bagi daerah lain di Kepulauan Riau. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP-PKK Kepri Tahun 2025 yang digelar di Bintan Agro Beach Resort.
Dewi Ansar menyebut capaian Bintan bukan hanya sekadar prestasi administratif, tetapi merupakan bukti nyata bahwa kerja terarah dan kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan perubahan signifikan dalam penanganan persoalan keluarga, terutama stunting.
“Kami mengapresiasi Kabupaten Bintan yang mendapatkan insentif fiskal nasional sebesar Rp 5,9 miliar atas keberhasilan menurunkan stunting. Ini menjadi pemantik semangat kita semua agar PKK dapat berkontribusi besar di tengah keterbatasan fiskal daerah,” ujarnya.
Menurut Dewi Ansar, semua daerah di Kepri memiliki tantangan dan kondisi sosial yang berbeda, namun semangat kerja PKK harus tetap sama, yakni memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan dan pembinaan keluarga.
Ia menegaskan bahwa capaian Bintan dapat dijadikan contoh bahwa program yang dijalankan dengan disiplin, terarah, dan melibatkan banyak pihak akan memberikan hasil positif.
Dalam sambutannya, Dewi Ansar juga menekankan pentingnya memperkuat kontribusi kader PKK di lapangan, terutama dalam menghadapi isu-isu sosial seperti stunting, penyalahgunaan narkoba, trafficking, pinjaman online ilegal, sanitasi lingkungan, dan literasi digital yang masih tergolong rendah di sebagian wilayah Kepri.
Rakerda ini juga menjadi momentum bagi PKK Kepri untuk meluncurkan program Kampung CERIA, sebuah model pembinaan keluarga berbasis komunitas. Program ini menggabungkan berbagai isu masyarakat ke dalam satu pola penanganan terpadu, termasuk kesehatan keluarga, ketahanan ekonomi, hingga pembinaan lingkungan.
Selain itu, TP-PKK Kepri juga meluncurkan Buku Panduan Dasawisma guna memberikan acuan kerja yang seragam bagi seluruh kader. Dewi Ansar menyebutkan bahwa panduan ini penting untuk memastikan setiap kader memiliki pedoman jelas dalam menjalankan tugas pembinaan keluarga di wilayah masing-masing.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi kontribusi PKK yang dinilai telah banyak membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran besar dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan literasi keluarga, hingga pembinaan gizi.
Gubernur Ansar berharap keberhasilan Bintan menjadi pemicu kebangkitan semangat seluruh daerah di Provinsi Kepulauan Riau untuk bersama-sama memperkuat peran PKK dan menjawab berbagai tantangan pembangunan keluarga ke depan. ***
















