Milyaran Dana Pendidikan Dari Tambang Bauksit Di Pertanyakan

oleh

LINGGA (SK) — Dana pendidikan yang diterima dari tambag bauksit sebesar Rp 500 per Ton nya saat tambang masih beraktivitas di Kabupaten Lingga, hingga saat ini masih mengendap di Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Dana Mas, dan belum diketahui apakah dana tersebut masih ada atau tidak di Bank tersebut, dana yang diperuntukkan untuk bantuan pendidikan merupakan salah satu bentuk kepedulian pengusaha tambang terhadap pendidikan di Kabupaten Lingga.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Sijori Kepri, Dana tersebut jumlahnya telah mencapai Milyaran Rupiah masih tersimpang di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Mas, yang masuk ke rekening pribadi salah seorang pegawai Dinas pertambangan dan energi (Distamben) Kabupaten Lingga, berinisial, AD, namun dana tersebut hingga saat ini seperti menghilang keberadaannya.

Dana kepedulian pendidikan dari perusahaan tambang saat beraktivitas di Lingga itu, dan Distamben Lingga masih dipimpin oleh Kadis yang lama, nilainya telah mencapai Milyaran Rupiah, berdasarkan perhitungan nilai ekspor bauksit satu perusahaan pertambangan minimal 100 ton per bulannya, bila satu perusahaan beraktivitas selama satu tahun, sekitar 1200 ton pertahunnya, dan dari data yang dikumpulkan sekitar 65 perusahaan tambang yang pernah beraktivitas di Kabupaten Lingga, bila dihitung dari jumlah ekspor setiap perusahaan tiap bulannya dan dikalikan satu tahun, dana yang tersimpan sekitar Rp 7,8 Milyar per tahunnya, Itupun bila kita menghitung perusahaan beraktivitas satu tahun, seperti diketahui rata-rata perusahaan tambang beraktivitas sejak tahun 2010.

BACA JUGA :  Tanpa Smelter, Penambang Bouksit “NEKAT BERAKTIVITAS”

Rudi Purwonugroha SH, mantan Anggota DPRD Lingga, saat dikonfirmasi terkait dana pendidikan yang hingga saat ini masih mengendap disalah satu Bank, membenarkan adanya dana pendidikan dari tambang bauksit yang pernah beroperasi di Lingga, sebesar Rp 500 per ton, untuk biaya pendidikan di Kabupaten Lingga.

“Dana tersebut masuk melalui Rekening mana memang belum diketahui, diduga dana tersebut masuk ke QQ Bupati, Kepala Dinas dan Pihak ketiga, jika benar dana tersebut masuk melalui rekening pribadi atas nama seseorang, jelas ini menyalahi aturan karena tidak boleh dana tersebut masuk lewat nama pribadi,” terang Rudi, kepada Sijori Kepri, Jum’at (22/1/2016).

Saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Lingga, masalah beasiswa dan pendidikan dikabupaten Lingga telah diketahui bersama, bahwa Pemerintah Pusat, Provinsi sampai ke Kabupaten telah memfloting anggaran yang cukup besar yang diperuntukkan bagi beasiswa, dan pendidikan, jadi kita meragukan adanya kebijakan pemberian beasiswa dari dana ini.

BACA JUGA :  Aparat Polisi Diminta Usut Tuntas Aktivitas “TAMBANG BOUKSIT TEMBELING”

“Kita menduga potensi penyelewengan anggaran ini cukup besar, bisa saja terjadi pertanggung jawaban beasiswa dari Pemerintah, digunakan untuk mencairkan dana beasiswa dari kepedulian tambang tersebut,” paparnya.

Dikepemimpinan AWe – Nizar, lanjut Rudi, karena dana ini masuknya untuk pendidikan di Kabupaten Lingga, akan ditelusuri kembali dimana dana ini, karena dana tersebut untuk pendidikan untuk itu, akan dikembalikan dan diperuntukan bagi pendidikan di Lingga.

“Jika dana tersebut dapat dicairkan, tentunya sangat berguna bagi dunia pendidikan dengan keadaan Kabupaten Lingga saat ini,” unggahnya. (SK-Pus)

Rudi Purwonugroho (Photo : Puspadinto)
Rudi Purwonugroho (Photo : Puspandito)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.