Pemasangan Dafra Pelabuhan Dabo Terkesan Asal Jadi

oleh

LINGGA (SK) — Masyarakat Dabo mulai pertanyakan pemancangan dafra sandaran kapal di pelabuhan Dabo, yang terkesan asal jadi, dafra kayu tersebut pemasangannya tidak menggunakan alat pemukul seperti biasa saat melakukan pemancangan, namun, pemancangannya hanya pakai goyang dan hanya satu orang diatas kayu tersebut sebagai pemberat agar pancang kayu tersebut bisa masuk, lalu digoyangkan oleh beberapa orang.

“Bagaimana bisa masuk dalam jika pemancangannya hanya seperti itu, dafra ini tidak akan bertahan lama jika kapal besar sandar disitu,’ ujar Zainudin, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Singkep, kepada Sijori Kepri, Sabtu (24/10/2015).

Jangankan untuk sandar kapal besar, tutur Zainudin, saat Speed Boat saja yang sandar disitu dafra tersebut sudah goyang, ini saja sudah diketahui kalau waktu pemancangan masuknya tidak dalam, kalau dibiarkan begitu, saya yakin, dalam waktu yang tidak terlalu lama dafra tersebut roboh,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pelabuhan Dabo "TERKESAN ASAL JADI"

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke kontraktor pelaksana terkait masalah pemancangan dafra ini, Romi, mengaku, kita belum mengetahui kedalaman dari pemancangan kayu dafra ini, apakah ada batu atau apa dibawahnya, pada senin mendatang kita akan mendatangkan mesin untuk untuk menambah dalamnya masuk kayu dafra ini, selain itu, pengerjaan kita pun belum selesai,” sebutnya, saat ditemui dipelabuhan Dabo, Sabtu (24/10/2015).

Didalam spek kita, ungkap Romi, bukan kita harus mancang, dan di spek tersebut tidak disebutkan harus memakai peling, hanya judul ada pemancangan, dan pemancangan tersebut dalam artian teknisnya seperti apa yang penting barang tersebut bisa tertanam.

“Saya hanya ingin melihat hasilnya bukan bagaimana pancang ini dipasang, dan untuk itu, ada beberapa pancang yang akan kita benahi kembali,” paparnya.

BACA JUGA :  Doli Boniara Tinjau Beberapa Waduk

Pantauan Sijori Kepri dilapangan, proyek pengerjaan perawatan dermaga, trestle dan causeway, di pelabuhan Dabo, dengan nilai kontrak mencapai Rp 900 Juta lebih, dengan kontraktor pelaksana CV. Alex Pratama Mandir, dan Konsultan CV. Vistatama Multi enginering Consultan, dengan masa pengerjaan 110 hari kalender, dari dana APBN TA.2015. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : DEDI YANTO

pemancangan Dafra yang terkesan asal jadi (Photo : Puspandito)
pemancangan Dafra yang terkesan asal jadi (Photo : Puspandito)
pemancangan Dafra yang terkesan asal jadi (Photo : Puspandito)
pemancangan Dafra yang terkesan asal jadi (Photo : Puspandito)
Plank yang terpasang di pelabuhan Dabo (Photo : Puspandito)
Plank yang terpasang di pelabuhan Dabo (Photo : Puspandito)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.