BATAM – Calon Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan bahwa survei untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) senilai Rp70 miliar akan selesai pada Desember 2024.
Survei ini mencakup kedalaman laut, kondisi lahan bawah laut, dan arus air sebagai dasar teknis pembangunan jembatan yang digadang-gadang akan mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di dua pulau terbesar di Kepri.
“Untuk survei ini, pemerintah pusat menganggarkan Rp70 miliar, dan jika selesai sesuai jadwal pada Desember, proses lelang sudah bisa dimulai tahun depan,” ungkap Ansar saat bertemu warga Batam, Selasa (29/10/2024).
Menurut Ansar, Jembatan Babin akan memberikan dampak besar bagi Batam dan Bintan, mulai dari memperlancar arus transportasi hingga memfasilitasi aliran air bersih dan listrik antar pulau.
Dengan Batam yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi, Ansar menyebut kebutuhan air bersih dan infrastruktur listrik dapat dipenuhi lebih efisien melalui badan jembatan.
Ansar juga menekankan bahwa proyek Jembatan Babin telah melewati sejumlah tahapan, termasuk pembebasan lahan, dan siap memasuki fase pembangunan. Dengan kolaborasi pemerintahan yang solid bersama pemerintah pusat, khususnya di bawah Presiden Prabowo, Ansar optimis bahwa proyek ini dapat diwujudkan.
“Kami akan segera menghadap Presiden Prabowo bersama pemimpin daerah lainnya untuk memperjuangkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini,” tutup Ansar, yang menyebut sinergi antara pemimpin daerah dan pemerintah pusat sebagai kunci mempercepat kemajuan infrastruktur di Kepri. ***
















