TANJUNGPINANG β Harga beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual Rp58.000 per 5 kilogram menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Lapangan Terminal Sei Carang, Kota Tanjungpinang, Senin (9/2/2026).
Sejak pagi, warga tampak antusias memadati lokasi GPM untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya beras SPHP Bulog yang dinilai jauh lebih murah dibanding harga pasar.
GPM secara resmi dilaunching oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama peningkatan produksi serta stabilisasi pasokan dan harga pangan oleh para pemangku kepentingan, disaksikan langsung oleh Gubernur Ansar Ahmad.
Berdasarkan pantauan di lapangan, selain beras SPHP, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, Minyak Kita Rp14.000 per liter, telur Rp50.000 per papan, serta berbagai bahan pangan lainnya.
Salah seorang warga Tanjungpinang, Siti Rahma (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM, terutama harga beras dan minyak goreng yang lebih murah.
βHarga-harganya terhitung lebih murah, apalagi beras dan minyak. Sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,β ujarnya sambil membawa kantong belanjaan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari gerakan nasional untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
βGPM ini menjadi gerakan nasional karena merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di seluruh Indonesia,β ujar Gubernur Ansar.
Ia menyampaikan bahwa Pemprov Kepri pada tahun 2026 menargetkan pelaksanaan GPM sebanyak 69 kali di seluruh kabupaten dan kota, sebagai kelanjutan dari upaya pengendalian harga pangan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya dukungan Bulog dalam menjaga kelancaran distribusi beras, memotong rantai distribusi yang terlalu panjang, serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok.
βKita harus menjaga agar inflasi tetap terkendali, pertumbuhan ekonomi terus berkembang, dan distribusi ekonomi benar-benar memberi dampak yang merata kepada masyarakat,β tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nita Yulianis, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Ronny Widijarto, Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Asisten Ekbang, Forkopimda Kepri, Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Kepri. ***














