GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Gubernur Ansar: Pulau Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu

×

Gubernur Ansar: Pulau Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ansar: Pulau Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu
Gubernur Ansar: Pulau Penyengat Pusat Peradaban Islam di Tanah Melayu. (Foto : Ky)

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa Pulau Penyengat merupakan pusat peradaban Islam di Tanah Melayu. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul Syekh Khalifah Syihabuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, Rabu (11/2/2026).

Menurut Ansar, secara historis Pulau Penyengat dan Kerajaan Riau-Lingga memiliki hubungan emosional dan intelektual yang erat dengan para ulama besar Nusantara, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pulau Penyengat dan Kerajaan Riau-Lingga secara historis memiliki hubungan emosional dan intelektual yang sangat erat dengan para ulama besar, termasuk dari garis keturunan Al-Banjari,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, kehadiran para ulama pada masa lalu telah memperkuat sendi-sendi keislaman di Tanah Melayu dan menjadikan wilayah tersebut bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam.

Haul Syekh Syihabuddin sendiri rutin digelar setiap tahun dan menjadi magnet spiritual bagi masyarakat dari berbagai daerah. Tahun ini, ribuan jemaah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura memadati kawasan Masjid Raya Sultan Riau.

Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al Quran, Maulid, tahlil, pembacaan manaqib, zikir dan doa bersama, serta ziarah ke makam Syekh Syihabuddin yang berada di belakang masjid.

Ansar menilai peringatan haul merupakan bentuk takzim dan rasa syukur atas warisan ilmu dan spiritualitas yang ditinggalkan para ulama terdahulu.

“Melalui momentum Haul ini, mari kita terus menjaga kerukunan, memperkuat iman, dan mendukung pembangunan Kepulauan Riau agar menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100