TANJUNGPINANG β Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan kinerja ekonomi yang impresif dengan menempati peringkat keempat nasional dalam pertumbuhan ekonomi.
Capaian tersebut diungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri yang digelar pada Senin, 6 April 2026, di Aula Wan Seri Beni, Dompak.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,89 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor yang mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satunya adalah tingkat inflasi yang tetap terkendali di angka 3,54 persen, sehingga menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga.
Selain itu, tren penurunan tingkat pengangguran terbuka juga menjadi indikator penting, di mana angka pengangguran turun dari 7,07 persen pada 2020 menjadi 4,85 persen pada 2025.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dalam sektor ketenagakerjaan di Kepri.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan adalah tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 80,53, mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.
Dari sisi fiskal, Kepri juga dinilai memiliki kekuatan tersendiri, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dibandingkan transfer dari pemerintah pusat.
βKekompakan adalah kunci untuk mempertahankan capaian yang sudah baik ini,β tegasnya.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas bahkan mencapai 17,36 persen, menjadi salah satu penyumbang signifikan bagi capaian provinsi.
Meski demikian, Bima Arya mengingatkan agar pemerintah daerah tetap mengoptimalkan realisasi belanja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata. ***














