TANJUNGPINANG (SK) — Selama seminggu belakangan ini masyarakat Tanjungpinang banyak yang mengeluh menggunakan air PDAM. berbagai macam keluhan yang di ungkapkan masyarakat, seperti air yang keruh maupun air yang tidak bisa mengalir atau mati, Minggu, (29/11/2015).
Rusmadi selaku Pimpinan Umum Sijori Kepri ketika ditanya di Kantor Sijori Kepri Komplek Ruko Bintan Center Blok D No. 53, Jumat, (27/11/2015) lalu, mengungkapkan, keluhannya akan air yang selama seminggu belakangan ini keruh, hal ini membuat ia tidak bisa menggunakan air untuk aktivitas sehari harinya di kantor.
“Sudah beberapa hari ini air keruh, air yang keruh berwarna merah bahkan berwarna coklat pekat, air ini sudah bercampur dengan tanah, kalau begini susah aktifitas sehari-hari saya di kantor. Untuk mandi aja badan terasa gatal-gatal, apalagi diminum, sangat tidak layak,” ungkap Rusmadi.
Sama halnya dengan Rusmadi, Irma salah satu pemilik kedai kopi di Bintan Center juga mengungkapkan keluhannya akan air PDAM yang bermasalah. Masalah yang ia alami bukan hanya air yang keruh saja tetapi terkadang juga air tidak lancar untuk di gunakan.
“Di sini air keruh , tapi kadang air juga tidak lancar, sering mati. Susah saya kalau cuci piring, cuci gelas airnya saja kotor begitu,” kata Irma mengeluh.
Tak hanya di Bintan Center, warga masyarakat jalan Kuantan Km.5 Tanjungpinang juga mengeluhkan kondisi Air PDAM yang tidak stabil kualitas jernih air tersebut. Hasna salah satu ibu rumah tangga yang kecewa karena seminggu belakangan ini kondisi air PDAM yang keruh, bahkan ia terpaksa mengambil air sumur di dalam hutan yang ada di jalan Kuantan untuk di gunakan sehari-hari.
“Air sudah beberapa hari ini keruh, terpaksa saya ambil air di sumur dekat hutan dipinggir Jalan Kuantan ini, masyarakat yang lain juga banyak yang ambil air di sini,” ungkap Hasna.
Mengenai hal ini, lanjutnya, ia meminta kepada pihak PDAM agar bisa menangani masalah air ini, karena pada umumnya Ibu rumah tangga seperti dirinya sangat membutuhkan air untuk kehidupan sehari-harinya.
“Ya kepada pihak PDAM harus segera menangani ini, kan banyak ibu rumah tangga seperti saya di Tanjungpinang ini yang memerlukan air sehari-hari, misalnya untuk cuci baju, air minum, air untuk mandi dan lain-lain,” imbuhnya. (SK-AP/C)
LIPUTAN TANJUNGPINANG : ARIF PUTRA
EDITOR : RUSMADI









