GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

“NILAI TUKAR PETANI di KEPRI” September 2016, Alami Penurunan

×

“NILAI TUKAR PETANI di KEPRI” September 2016, Alami Penurunan

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Petani di Provinsi Kepri September 2016. (Foto : Dedi Yanto)

TANJUNGPINANG (SK) — Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani. Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar, pada acara Berita Resmi Statistik (BRS), terkait Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Kepulauan Riau pada September 2016, di Aula Kantor BPS, Jalan Jend. Ahmad Yani, No. 21, Tanjungpinang, Senin, (03/10/2016).

“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Kepri pada September 2016, tercatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,41 persen dibanding Agustus 2016, atau turun dari 97,42 menjadi 97,02. Penurunan NTP sebesar 0,41 persen disebabkan pada bulan ini, indeks yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,33 persen. sedangkan indeks yang dibayar petani, justru mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen. Nilai NTP sebesar 97,02 disebabkan indeks yang diterima petani (indeks harga hasil produksi pertanian) sebesar 116,06 lebih kecil daripada indeks yang dibayar petani (indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian) sebesar 119,62,” ungkap Panusunan Siregar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Untuk NTP subsektor Tanaman Pangan, tambah Panusunan Siregar, tercatat sebesar 96,84, NTP subsektor Hortikultura sebesar 101,57, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 77,44, NTP subsektor Peternakan sebesar 103,79 dan NTP subsektor Perikanan sebesar 108,96.

Pada September 2016 di Provinsi Kepulauan Riau, tambahnya lagi, tercatat inflasi perdesaan sebesar 0,11 persen yang dipicu oleh naiknya harga Bahan Makanan, seperti Makanan Jadi, Minuman, Rokok, Tembakau, Perumahan, dan Sandang. (SK-DY)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100