GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Pertumbuhan Produksi “INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL” Triwulan III 2016

×

Pertumbuhan Produksi “INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL” Triwulan III 2016

Sebarkan artikel ini
Acara BRS tentang pertumbuhan produksi industri manufaktur Mikro kecil triwulan III 2016. (Foto : Dedi Yanto)

TANJUNGPINANG (SK) — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Dumangar Hutauruk M.Si, mengungkapkan, bahwa pertumbuhan produksi industri manufaktur Mikro kecil triwulan III 2016 berkontraksi minus 11,38 persen dibandingkan Triwulan II 2016.

Kontraksi ini, kata Dumangar, disebabkan oleh pertumbuhan negatif diatas sepuluh persen pada 7 sub sektor di Triwulan III 2016, dari 12 subsektor yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Capaian pada triwulan ini berada dibawah pertumbuhan nasional, yang juga tumbuh negatif sebesar 2,06 persen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro Kecil Triwulan III 2016 dibandingkan Triwulan III 2015, secara total menunjukkan kontraksi minus sebesar 3,93 persen. Capaian ini berada jauh dibawah pertumbuhan secara nasional, yang tumbuh positif sebesar 5,75 persen,” ujar Dumangar pada acara Berita Resmi Statistik (BRS), di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Riau, Jalan Ahmad Yani, No 21, Tanjungpinang, Selasa, (01/11/2016).

Jenis-jenis industri, tambah Dumangar, yang termasuk tiga besar pertumbuhan tertinggi pada Triwulan III 2016, adalah Industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, yang naik sebesar 16,64 persen, Industri Barang Logam kecuali Mesin dan Peralatannya, naik sebesar 2,67 persen dan Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia, naik sebesar 0,79 persen.

“Jenis-jenis industri yang mengalami penurunan terbesar pada Triwulan III 2016, adalah Industri Pengolahan lainnya turun sebesar 23,02 persen, Industri Furnitur turun sebesar 22,72 persen dan Industri Minuman, turun sebesar 18,48 persen,” unggahnya. (SK-DY)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100