SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek mengharapkan mempunyai Sekolah Menengah Atas (SMA) sendiri di daerah mereka. Sebagai kecamatan baru, keinginan masyarakat untuk memiliki SMA sangat beralasan, mengingat jarak yang jauh untuk anak-anak mereka melanjutkan ke SMA.
Abdul Gani Atan Leman, Anggota Komisi II DPRD Lingga, mengatakan, keinginan masyarakat Kepulauan Posek ini memang sangat baik. Untuk itu, masyarakat harus membuat usulan ke Camat Kepulauan Posek, Kecamatan juga saling berkoordinasi dengan UPTD untuk mempersiapkan berkas dan data pendukungnya, karena nantinya Camat yang akan mengusulkannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Selain itu, lanjut Gani, yang juga sangat penting untuk memiliki sebuah sekolah, ialah adanya lahan yang dihibah oleh warga, tapi telah bersertifikat dan itu merupakan syarat utama, dan juga memiliki bangunan untuk anak-anak sekolah sementara sebelum memiliki bangunan sekolah baru, jika keinginan masyarakat untuk memiliki SMA ini di setujui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.
“Selain Kecamatan Kepulauan Posek, juga masih ada kecamatan lainnya yang juga ingin memilikim SMA yakni, Kecamatan Singkep Pesisir,” ungkapnya saat bertemu langsung dengan masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek beberapa waktu lalu.
Kepala dusun (Kadus) ll Desa Busung Panjang, Kecamatan Kepulauan Posek, Karim, menerangkan, untuk tahun ini saja anak-anak desa kami yang masuk SMA jumlahnya mencapai belasan orang, dan itu belum lagi di desa lainnya. Kalau jumlah secara keseluruhan anak-anak Kecamatan Kepulauan Posek mencapai 30 orang lebih.
Kata Karim lagi, kami ingin agar anak-anak kami dapat melanjutkan ke SMA, tapi sekolah tersebut adanya di daerah kami. Dan warga Desa Busung Busung Panjang, akan menghibahkan tanah mereka seluas 3 hektar untuk keperluan pembangunan sekolah.
“Jika keinginan kami untuk memiliki SMA ini disetujui Dinas Pendidikan Provinsi, warga akan menghibahkan tanah seluas 3 hektar untuk pembangunan sekolah,” paparnya dalam pertemuan dengan Anggota DPRD Lingga, Abdul Gani Atan Leman.
Keinginan masyarakat adanya SMA ini, sebut karim, karena selain jarak yang jauh dari segi biaya juga menjadi pertimbangan kami. Mulai dari untuk biaya sekolah, kami juga harus mengeluarkan biaya makan dan untuk kos rumah. Yang paling menjadi pertimbangan kami adalah jauh dari pantauan dan kontrol kami sebagai orang tua.
“Meski anak-anak desa kami ada yang melanjutkan ke SMA yang ada di Kecamatan lain, namun tidak semuanya. Yang menjadi pertimbangannya tentunya masalah biaya, sehingga banyak anak-anak tamatan Sekolah Menengah Pertama tidak melanjutkan SMA dan hanya membantu orang tua mereka,” terangnya.
Hal senada juga di sampaikan, Nazar, salah seorang warga Desa Posek, menyampaikan, memang keinginan masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek untuk memiliki SMA ini telah ditinjau dari berbagai aspek, apakah itu dari segi biaya maupun kontrol orang tua.
“Jika SMA ini dapat disetujui oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, pembangunan SMA tersebut tidak masalah mau dibangun di Desa mana saja, dan warga siap untuk menghibahkan tanah mereka untuk bangunan sekolah tersebut,” pungkasnya. (SK-Pus)








