100 Hari Kerja Tak Lakukan Perubahan “KADISDIK LINGGA SIAP MUNDUR”

oleh -99 views
H. Kasiman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, saat memberikan sambutan di hadapan Guru di Gedung Nasional Dabo Singkap. (Foto : Puspandito)
height="100%"

LINGGA (SK) — H. Kasiman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lingga yang baru, mengaku siap mundur, jika dalam 100 hari kerjanya tidak mampu melakukan perubahan pola pendidikan di Kabupaten Lingga, sesuai dengan visi misi Bupati Lingga.

“Saya sudah sampaikan ke Bupati dan Wakil Bupati. Saya siap mundur, jika dalam 100 hari kerja ini gagal melakukan pemerataan guru, pengawas dan melakukan perubahan di pendidikan Kabupaten Lingga,” ungkapnya, dihadapan puluhan Kepala Sekolah dan Pengawas yang baru di Lantik, dalam kegiatan silaturahmi dan temu ramah, di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kamis, (19/01/2017).

Untuk merealisasikan program seratus harinya, kata Kasiman, dirinya juga akan tegas melakukan evaluasi terhadap Kepala Sekolah serta kepada pengawas, yang tidak mampu menjalankan program-program yang telah di susunnya dan harus mampu bekerja maksimal.

“Saya juga akan bertindak tegas terhadap Kepala Sekolah yang tidak disiplin dan tidak mampu memberikan perubahan di sekolah masing-masing. Tahun ini, anggaran pengawas sekolah kita naikan, kalau tidak mampu bekerja akan kita kembalikan menjadi Guru,” terangnya.

Menyangkut pemerataan guru serta mutasi dan rotasi di tubuh Guru, lanjut Kasiman, kepada Kepala Sekolah, agar lebih mengedepankan kualitas, psikologis dan nurani, jangan ada unsur politik dalam menempatkan Guru.

“Jauhkan Guru dari politik. Jangan jauhkan Guru dengan keluarga, agar kinerjanya bisa maksimal,” pesannya.

Salah satu yang akan diterapkan dalam seratus hari kerja ini, ucap Kasiman lagi, ialah meminta setiap Guru agar memiliki Akun Whats Up, yang terkoneksi ke grup Kepala Sekolah yang sudah di buatnya.

“Setiap hari, kepala sekolah harus memposting foto selfie kegiatannya, mulai dari pagi masuk ke sekolah, agar kita dapat tahu dan memantaunya,” paparnya.

Untuk guru GTT maupun Honorer, tambah Kasiman, pihaknya akan berusaha memperjuangkannya. Jika diperlukan, akan bekerja sama dengan PGRI sebagai ujung tombak untuk memperjuangkan kualitas dan hak Guru.

Diteruskan, ia juga meminta agar setiap sekolah untuk mencarikan formula, hal ini agar siswa di sekolah lebih kreatif, diantaranya dengan mengubah pola Pendidikan yang selama ini dinilainya, masih banyak peserta didik yang tidak menghormati Guru.

“Selain itu, kita harapkan adanya program 1 hari berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Kegiatan Silaturahmi dan temu ramah tersebut, dihadiri oleh seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP Sederajat, yang ada di lima Kecamatan di Pulau Singkep. setelah kegiatan di Gedung Nasiaonal ini, kegiatan akan di lanjutkan di Kecamatan Selayar dan juga Kecamatan lainnya. (SK-Pus)

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]