GESER UNTUK BACA BERITA
BATAMPOLITIK

Ini Larangan Bagi ASN di Pilkada Serentak 2020

×

Ini Larangan Bagi ASN di Pilkada Serentak 2020

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin. (Foto : MC Batam)

“Jangankan untuk mengkampanyekan pasangan calon, ASN tak boleh menyukai dan berkomentar di media sosial (Medsos) masing-masing kandidat di Pilkada,” katanya.

Jefridin memaparkan, sesuai Undang-undang (UU) 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan Perbawaslu 6/2018 tentang Pengawasan Netralitas ASN dan Anggota TNI/POLRI, semua diatur larangan bagi ASN.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Adapun larangan tersebut, seperti tidak boleh mendaklarasikan diri sebagai calon kepala daerah, memasang spanduk promosi calon kepala daerah, dilarang mengunggah, menyukai, mengomentari dan sebagainya, serta menyebarluaskan gambar maupun pesan visi misi calon baik di media online maupun di media sosial.

“ASN juga dilarang menjadi pembicara dalam pertemuan Parpol, foto bersama calon, mendekati parpol terkait pengusulan diri atau orang lain menjadi calon dan dilarang menghadiri deklarasi baik dengan atau tanpa atribut parpol,” katanya.

Dalam saluran sama, Ketua KASN, Agus Pramusinto, mengatakan, kampanye GNN-ASN ini merupakan upaya bersama mewujudkan netralitas ASN dalam penyelenggaraan Pilkada 2020. Kampanye ini sudah keempat kalinya digelar.

“Netralitas ASN merupakan platform kebijakan reformasi birokrasi,” kata dia.

Ia melanjutkan, asas netralitas ini merupakan bagian dari etika dan perilaku yang wajib dilakukan setiap ASN sebagai penyelenggara Negera. Pelanggaran atas asas netralitas akan menjadi pintu masuk munculnya berbagai gangguan dan pelanggaran hukum lainnya, seperti gangguan pelayanan publik, tindak KKN, serta perumusan kebijakan yang mencederai kepentingan publik.

“Untuk itu, melalui kampanye virtual ini, saya memohon agar ASN tidak berpihak, bebas dari konflik kepentingan, bebas dari pragmatisme politik, dan bersikap adil,” kata Agus.

Dalam kesempatan tersebut, penyelenggara juga memutarkan video arahan dari Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, serta mendatangkan empat narasumber, yakni, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua KPK Firli Bahuri, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Peneliti senior Pusat Penelitian Politik-LIPI, Siti Zuhro. Kampanye kali ini mengangkat tema ASN Netral, Birokrasi Kuat dan Mandiri. (Wak Dar)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100