
Sijori Kepri, Batam — Puluhan demonstran akhirnya bentrok dengan aparat keamanan, yang terdiri dari Pasukan Anti Huru Hara (PHH) TNI AU, Ditpam BP Batam, Satpol PP, Petugas Avsec dan Polsek Bandara. Bandara Hang Nadim Batam tiba-tiba mencekam, Rabu, (16/12/2020) sore.
Bermula dari aksi penolakan puluhan massa demonstran, menolak oknum pejabat koruptor tiba di Batam, sehingga menyulutkan amarah mereka.
“Kami tetap akan menolak oknum koruptor itu,” teriak salah satu massa demonstran.
Tak puas dengan orasi dan teriakan, puluhan massa demonstran berusaha memaksa merangsek masuk ke area Steril Bandara Hang Nadim Batam. Dengan cepat Ditpam BP Batam berusaha menghalau, namun tak diindahkan.
Pasukan Anti Huru Hara (PHH) TNI AU dengan sigap menutup pergerakan puluhan masa, sehingga terjadilah bentrok, mulai dari lemparaan, tendangan, pukulaan dan hempasaan dari puluhaan masa keaparat keamanaan tak terelakan, namun Pasukan Anti Huru Hara (PHH) TNI AU, tetap bertahan hingga makin menambah panas situasi tersebut.
Danlanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Urip Widodo, melalaui Kadis Ops Lanud Batam, Mayor Lek Wardoyo, berusaha menenangkan situasi, dengan mengajak mediasi dengan puluhaan masa demonstran, tapi puluhan masa tersebut tetap bersikeras memaksa masuk dan bersikap anarkis.
Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) TNI AU, berusaha menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara berkali-kali untuk memaksa masa demonstran mundur.
Mayor Lek Wardoyo beserta pasukan anti huru-hara TNI AU, akhirnya mengamankan beberapa provokator dan menahannya. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya yang diduga Provokator tersebut dilepaskan dan puluhaan masa demonstran dipukul mundur.
Setelah bentrok, puluhaan massa VS TNI AU, akhirnya mereka membersihkan peralatan dan alat-alat yang digunakan saat simulasi tersebut.
“Ini adalah simulasi untuk mengamankan aset Bandara Hang Nadim Batam dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan bisa saja terjadi. Dan kita sudah menyiapkan latihannya,” terang Mayor Lek Wardoyo.
Mayor Let Wardoyo mengatakan, pada simulasi kali ini, kami menurunkan sekitar 170 personil, terdiri dari Pasukan Anti Huru Hara (PHH) TNI AU, Ditpam BP Batam, Petugas Avsec, Polsek Bandara dan Satpol PP. (Wak Dar)
















