BATAM – Fakta baru terungkap dalam insiden jatuhnya Setia Budi (24) dari Jembatan 3 Barelang. Berdasarkan hasil pengumpulan informasi di lapangan, korban diduga sempat berselisih paham dengan sang pacar sebelum akhirnya terjun dari jembatan tersebut.
Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Fazzli S.A.P., M.Si, menyampaikan bahwa temuan itu diperoleh saat Tim SAR gabungan melakukan precomm-excomm bersama keluarga korban.
“Peristiwa ini bermula pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 20.14 WIB, ketika Com Center Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menerima informasi dari Bakamla Batam mengenai seorang laki-laki bernama Setia Budi (24) yang terjun dari Jembatan 3 Barelang, Kota Batam,” ungkap Fazzli, Sabtu (21/2/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, enam personel Pos SAR Batam langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian.
Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan bersama keluarga korban melaksanakan precomm-excomm guna menghimpun data awal.
Dari hasil kegiatan tersebut diketahui bahwa korban sempat berselisih paham dengan sang pacar sebelum akhirnya terjun dari jembatan.
“Informasi itu kemudian menjadi bagian dari bahan analisis awal dalam operasi pencarian,” ujarnya.
Upaya pencarian yang dilakukan selama beberapa hari akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 11.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 0,5 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan selanjutnya mengevakuasi korban menuju RS Bhayangkara Polda Kepri,” jelas Fazzli.
Dengan ditemukannya korban, unsur yang terlibat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Bakamla Batam, Polairud Polda Kepri, dan Polsek Bulang melaksanakan debriefing.
“Pada pukul 12.00 WIB, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh tim SAR gabungan kembali ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi selama operasi berlangsung,” pungkas Fazzli. ***














