BATAM – Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kepulauan Riau tercatat mencapai 83,68 poin pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa tingkat toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di daerah tersebut tetap terjaga dengan baik.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Nagoya Hill, Kota Batam, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Nyanyang, capaian tersebut menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau karena menunjukkan bahwa kehidupan sosial yang rukun dan toleran dapat terus terjaga di tengah keberagaman.
Ia menilai keharmonisan yang terbangun di tengah masyarakat Kepri merupakan hasil dari kesadaran bersama untuk saling menghormati serta menjaga persatuan.
“Momentum seperti ini harus kita jadikan sebagai sarana mempererat silaturahmi, saling mendukung, serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, kita bisa bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.
Nyanyang menambahkan bahwa Kota Batam sebagai lokomotif ekonomi Kepulauan Riau telah menunjukkan bahwa pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat yang religius dan toleran.
Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak harus mengikis nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan antarumat beragama.
“Batam telah membuktikan bahwa modernisasi industri dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat yang religius dan penuh toleransi. Ini merupakan kekuatan besar bagi Kepri,” pungkasnya.
Sebagai provinsi kepulauan yang berada di wilayah strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kepulauan Riau memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk mempertahankan nilai toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga mengingatkan bahwa bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Salah satu bentuk nyata dari nilai kebaikan di bulan Ramadan adalah kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan berbagi sembako ini, kita tidak hanya meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan yang digelar oleh BPW KKSS Kepri itu juga diisi dengan penyerahan secara simbolis 100 paket sembako kepada para penerima manfaat yang terdiri dari janda dan fakir miskin dari berbagai kecamatan di Kota Batam.
Ketua BPW KKSS Provinsi Kepri, Ady Indra Prawennari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan berbagi di bulan Ramadan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. ***
















