SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Acara Dialog Interaktif dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 DPRD Batam, menjadi ajang curahan hati (Curhat) warga masyarakat yang datang mengikuti dialog, Kamis, (18/10/2017). Heboh.
Dari masalah lahan, sampai masalah Perda-Perda yang tidak terlaksana dengan baik, padahal pembuatan Perda-Perda tersebut, sudah menelan dana, lalu prosesnya pun juga memakan waktu. Namun tidak berjalan.
Kemudian sorotan tajam tentang keharmonisan hubungan antara DPRD dan Pemko, serta BP Batam. Dimana dialog interaktif itu menyangkut hal Harmoni dalam kebersamaan. Namun apakah harmoni itu terlaksana.
“Pak saya tertarik dengan dialog ini. Harmoni dalam kebersamaan, namun saya ingin tanya juga ini, apakah antara Pemko dan BP Batam ,serta DPRD, sudah betul-betul harmoni ? ,” tanya Ahmad Zuhri Buyung.
“Kami berharap, adalah yang namanya Perda untuk kami si penyandang disabilitas. Kemarin di Pemrov ada, tapi entah bagaimana itu. Sedangkan kami itu sudah lama berharap,” kata Gustiar, dari penyandang disabilitas.
Selain dari pada Buyung, Gustiar, ada juga warga masyarakat lainnya bertanya dan mengadu hal-hal daripada seputaran kinerja Wakil rakyat, seperti Siregar Presiden Nato dan juga Ketua Forum RT/RW dan lainnya.
Dimana mereka semua itu berharap atas kinerja DPRD yang lebih baik, agar bermanfaat bagi masyarakatnya. Bukan hanya bermanfaat bagi warga masyarakat di daerah pemilihannya saja, tetapi secara keseluruhan.
“Pemko dan BP dan kita juga DPRD, semoga bisa menjalankan apa yang menjadi fungsinya masing-masing. Kalau semua itu sudahlah berjalan, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan,” ujar Ketua DPRD Nuryanto.
“Intinya, kita semua harus bersama-sama. Tanpa ada kerukunan, tanpa ada persatuan, kita tidak bisa harmoni. Marilah, jagalah kerukunan dan kebersamaan kita semua,” tegas Nuryanto, kepada peserta dialog. (SK-Nda)








