
SURABAYA – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, sebagai Dewan Pelindung Perkumpulan Kerukunan Keluarga Besar Provinsi Kepulauan Riau-Jawa Timur (PKKB Kepri-Jatim), mengukuhkan kepengurusan PKKB Kepri-Jatim untuk masa bakti 2022-2025, dengan Kolonel (Purn) Sunarso sebagai ketuanya. Pengukuhan ini dilaksanakan pada acara Halalbihalal Idul Fitri 1445 H di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, pada Jumat (26/4/2024) malam.
Ketua PKKB Provinsi Kepri-Jatim, Sunarso, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur Kepri karena pada kesempatan inilah warga perantauan khususnya di Jawa Timur dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur Ansar.
Pada kesempatan itu, Sunarso memaparkan bahwa PKKB Kepri-Jatim telah berdiri sejak tanggal 29 April 2015. Saat ini warga Kepri yang ada di Jatim ada sebanyak lebih kurang 200 KK, dan yang aktif bergabung dengan organisasi sebanyak lebih kurang 100 diantaranya.
“Kegiatan rutin yang tiap bulan dilaksanakan adalah pertemuan dan arisan dengan begitu persaudaraan dan silaturahmi akan tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutannya mengatakan, Pemprov Kepri secara inklusif memberikan perhatian penuh dalam memberikan pelayanan dan percepatan Pembangunan yang ditujukan bukan hanya untuk Masyarakat Kepri saja, namun juga untuk seluruh perantau dari berbagai daerah yang menetap di Kepri.
“Kita Semua berupaya menjadi Tuan Rumah yang baik bagi para perantau yang ada di Kepulauan Riau, dengan harapan seluruh putra-putri Kepri yang merantau di daerah lainnya juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Pemerintah Daerah setempat, seperti di Kota Surabaya ini,” ungkapnya.
Kemudian berkaitan dengan halalbihalal, Gubernur Ansar berpesan, usai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tugas umat muslim adalah merawat hasilnya.
“Mudah-mudahan janji Allah kita peroleh dan kita mendapat predikat Muttaqin dengan berbagai kemuliaannya. Kemudian setelah Ramadhan dan Idul Fitri kita dapat menginternalisasi nilainya pada kehidupan sehari-hari sampai dengan Ramadhan yang akan dating,” harap Gubernur.
Ia pun mengajak semua untuk bersyukur sebagai warga Kepri yang dianugerahkan potensi dan posisi geografis yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh provinsi yang lain.
“Tapi kita memang belum optimal memanfaatkan itu. Kepri yang sejak dulu juga memang menjadi tujuan kunjungan orang dan sebagiannya juga berdomisi di tetap menjadikan masyarakatnya sangat heterogen. Hal-hal tersebutlah yang menjadi modal besar pembangunan Kepri,” pungkas Ansar.
Turut hadir juga bersama Gubernur, Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, Pejabat Fungsional Utama, Lamidi, para Kepala OPD Kepri,
Mantan Rektor Umrah, Syafsir Akhlus, Ketum Warga Jatim Amongtro Provinsi Kepri, Bambang Winarto, Ketua Pacitan Provinsi Kepri, Suyatni, Sekretaris Paguyuban Warga Jatim Among Mitro Provinsi Kepri, Pamujiono, Kepala KUA Gunung Anyar, Sabran Abdul Malik, serta para tokoh masyarakat Kepri di Jatim dan mahasiswa-mahasiswi Kepri yang berkuliah di Jatim. ***
(Red)














