TANJUNGPINANG – Malam pembukaan Kepri Art & Culture International (KACI) Festival 2025 menjadi panggung bersejarah bagi peluncuran film animasi “Gurindam 12”. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, meresmikan peluncuran animasi tersebut di hadapan ribuan warga yang memenuhi pelataran Gedung LAM Kepri.
Peluncuran animasi “Gurindam 12” menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian acara pembukaan festival. Di tengah gemerlap parade budaya, ragam seni tradisi Melayu, serta ribuan penonton yang hadir, momen ini menjadi penanda komitmen Kepri dalam mengembangkan kekayaan budaya lokal melalui medium kreatif yang lebih modern.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak awal acara, ketika festival dibuka dengan parade karnaval yang menampilkan atraksi budaya seperti marching band, Barongsai, Liong Naga, Sisingaan, hingga Reog Ponorogo.
Setelah rangkaian pertunjukan budaya tersebut, peluncuran animasi Gurindam 12 semakin memperkaya makna malam pembukaan festival.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa peluncuran animasi ini merupakan langkah penting dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa Gurindam Dua Belas adalah mahakarya sastra Melayu yang harus terus dihidupkan melalui pendekatan kreatif agar tetap relevan di era modern.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, menekankan bahwa pelestarian budaya Melayu melalui karya animasi memiliki dampak besar terhadap perkembangan sektor ekonomi kreatif.
Ia juga mengajak generasi muda Kepri untuk berperan aktif mempromosikan budaya daerah melalui media digital.
Malam pembukaan KACI 2025 kemudian ditutup dengan penampilan band Wali yang berhasil memukau ribuan penonton. Suasana meriah ini sekaligus mempertegas bahwa festival budaya bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk menguatkan identitas budaya dan memperkenalkan inovasi baru dalam pelestarian warisan Melayu.
Peluncuran animasi “Gurindam 12” di KACI 2025 diharapkan menjadi pintu baru bagi perkembangan karya budaya Kepri sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan Melayu yang berharga. ***
















