TANJUNG UBAN – Dalam mengawali tahun 2024, Dankodiklatal, Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah, melakukan kunjungan ke Satdik-1 di Tanjung Uban, Kepulauan Riau, pada Rabu (21/02/2024).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dankodiklatal sendiri, didampingi oleh Inspektorat Kodiklatal, Brigjen TNI Marinir Ahmad Fajar, Paban IV Log Ditum Kodiklatal Kolonel Laut (T) Ahmad Alfajar ST, Paban III Ditdok Kolonel Laut (P) I Gede Merta Yasa, Koorsmin Letkol Marinir Hadi Al Hasny, dan Wadan Satdik – 1 Tanjung Uban Letkol (Mar) Sugeng Prayitno.
Dalam penyampaian beliau, Letjen Marinir Nur Alamsyah menyatakan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk meninjau kesiapan Satdik-1 oleh Kodiklatal.
Di Kodiklatal, terdapat 4 satuan pendidikan (Satdik) di luar Surabaya, yaitu Satdik-1 di Tanjung Uban, Satdik-2 di Makassar, Satdik-3 di Sorong, dan Satdik-4 di Manado. Satdik-1 akan menjadi yang pertama dalam pembukaan pendidikan pada awal bulan Maret, diikuti oleh Satdik-2 dan -3. Sedangkan Satdik-4 kemungkinan akan dibuka pada pertengahan tahun ini.
Satdik-satdik ini bertugas untuk melatih prajurit TNI AL, terutama Bintara dan Tamtama, dengan fokus pada wilayah masing-masing.
“Sehingga di Satdik-1 Tanjung Uban ini akan mencetak prajurit-prajurit muda Angkatan Laut, tentunya yang berasal dari sekitaran Kepri ini,” ujar Dankodiklatal.
Dankodiklatal menegaskan bahwa Satdik-1 di Tanjung Uban akan melatih prajurit muda Angkatan Laut dari sekitar Kepulauan Riau. Sedangkan Satdik-2 dan -3 akan merekrut potensi prajurit di wilayah masing-masing untuk mengisi kekurangan personel Angkatan Laut.
Karena lokasinya yang mudah dijangkau dan berada di tengah-tengah, Tanjung Uban mempermudah pelaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan.
Satdik hanya fokus pada pendidikan, namun rekrutmennya dilakukan di semua satuan Angkatan Laut di sekitar Lantamal IV.
Bahkan pada minggu pertama di Februari ini, kita sudah memulai berbagai kegiatan, dan di minggu ke-2 ini pun kita sudah di memulai pembukaan pendidikan dan untuk siswanya diperkirakan sudah 100 (seratus) sampai 150 (seratus lima puluh) orang prajurit muda.
“Dan Alhamdulillah dari Satdik-1 ini kita sudah menghasilkan 3 (tiga) kelulusan,” jelasnya.
Bagi generasi muda Kepulauan Riau yang ingin bergabung dengan TNI AL, mereka bisa mencari informasi terkait pendaftaran dan persyaratan di Satdik setempat atau di Surabaya.
Kurangnya personel Angkatan Laut di daerah telah mempercepat rekrutmen putra-putra daerah, yang sekarang dapat melakukan pendidikan di wilayah masing-masing, tanpa harus pergi ke Surabaya.
“Kalau dulu kan semua Angkatan Laut harus dari Surabaya tapi sekarang bisa di wilayah setempat,” ucap Dankodiklatal. ***
(Wak Dar)
















