BINTAN – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengambil langkah strategis dengan menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Provinsi Kepri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov Kepri dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah.
Program tersebut mulai berjalan pada 2025, dengan dukungan pembiayaan sebesar Rp200 juta per tahun untuk masing-masing dokter yang menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis.
“Kita ingin dokter-dokter terbaik lahir dari Kepri dan kembali mengabdi untuk masyarakat Kepri.” harap Gubernur Ansar Ahmad.
Langkah penguatan SDM ini disampaikan Gubernur Ansar Ahmad saat peresmian tujuh gedung baru RSJKO Engku Haji Daud di Tanjung Uban, yang menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan kesiapan tenaga medis yang kompeten agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pemprov Kepri juga terus memperkuat pengembangan layanan di RSUP Raja Ahmad Tabib sebagai rumah sakit rujukan provinsi serta meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah di berbagai kabupaten/kota.
“Tidak boleh ada disparitas layanan kesehatan antarwilayah. Warga di pulau-pulau terluar harus mendapatkan layanan yang sama baiknya.” ucapnya.
Penguatan SDM ini berjalan seiring dengan rampungnya pembangunan Tahap II RSJKO Engku Haji Daud yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp54,39 miliar dengan realisasi fisik dan keuangan mencapai 100 persen.
Pembangunan tersebut menambah tujuh gedung layanan baru dan meningkatkan kapasitas rumah sakit menjadi 295 tempat tidur, sekaligus memperkokoh RSJKO Engku Haji Daud sebagai rumah sakit rujukan utama pelayanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Kepri.
Gubernur Ansar Ahmad juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental serta pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan daerah.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya soal fisik. Kita harus melindungi generasi muda dari narkoba dan membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.” tutupnya. ***
















