BINTAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta per tahun untuk mendukung pendidikan dokter spesialis dan subspesialis sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kepri. Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan tenaga medis unggul yang siap mengabdi di daerah.
Program tersebut diumumkan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat peresmian tujuh gedung baru RSJKO Engku Haji Daud di Tanjung Uban, Jumat (13/2/2026). Mulai 2025, sebanyak 58 dokter akan disekolahkan untuk menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis dengan dukungan pembiayaan dari Pemprov Kepri.
“Kita ingin dokter-dokter terbaik lahir dari Kepri dan kembali mengabdi untuk masyarakat Kepri.” harap Gubernur Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dengan memperkuat infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan jumlah tenaga medis.
Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat pemerataan pelayanan di seluruh kabupaten dan kota.
“Tidak boleh ada disparitas layanan kesehatan antarwilayah. Warga di pulau-pulau terluar harus mendapatkan layanan yang sama baiknya.” ucapnya.
Penguatan SDM tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan Tahap II RSJKO Engku Haji Daud yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp54,39 miliar dengan realisasi fisik dan keuangan mencapai 100 persen.
Pembangunan itu menambah tujuh gedung layanan baru dan meningkatkan kapasitas rumah sakit menjadi 295 tempat tidur, memperkokoh peran RSJKO Engku Haji Daud sebagai rumah sakit rujukan utama pelayanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Kepri.
Gubernur Ansar Ahmad juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental serta pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang menyeluruh.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya soal fisik. Kita harus melindungi generasi muda dari narkoba dan membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.” tutupnya. ***
















